Polisi: Ada Tanda-tanda Mahira Bunuh Diri, Beli Racun Dicampur Teh Manis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahira Dinabila, mahasiswi USU. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mahira Dinabila, mahasiswi USU. Foto: Dok. Istimewa

Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab tewasnya mahasiswi USU, Mahira Dinabila. Dia ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Komplek Rivera, Medan Amplas, Kota Medan pada 3 Mei lalu. Keluarga menganggap kematiannya tidak wajar.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino, mengatakan pihaknya menemukan adanya tanda-tanda Mahira bunuh diri.

“Ada pemesanan (racun) lewat salah satu aplikasi. Sudah kita periksa di sana, benar, benar memang, almarhumah ini memesan, lalu pengirimannya dari Bogor. Kita cek juga, betul-betul mengirim ke almarhumah juga,” kata Valentino di Polrestabes Medan pada Rabu (14/6).

Racun Dicampur Teh Manis

Racun itu, kata Valentino, adalah racun potas—yang juga ditemukan di sekitar tubuh Mahira. Diduga, Mahira meminum racun tersebut menggunakan teh manis sebagai pelarutnya.

“Memang ada tanda-tanda yang menunjukkan memang beliau, almarhumah ini, memang mau melakukan bunuh diri,” kata Valentino.

Meski begitu, polisi masih akan tetap menunggu hasil autopsi. “Ini koordinasi dengan Kalabfor juga, mudah-mudahan dalam 1 hingga 2 hari ini, kita bisa percepat,” ujar Valentino.

Orang tua kandung Mahira Dinabila. Foto: Tri Vosa/kumparan

Mahira Dinabila ditemukan tewas pada 3 Mei 2023. Saat ditemukan, kondisi Mahira cukup memprihatinkan.

Bagian wajahnya sudah menjadi tengkorak, rambutnya terbakar. Tapi, tubuhnya masih utuh.

Kondisi di sekitar Mahira memang tampak seperti ada yang terbakar. Misalnya, lantai sekitarnya menguning, seperti bekas terkena api.