Polisi Akan Panggil Dokter RS Primaya Usai Kematian Atlet Silat Semarang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet pencak silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) meninggal dunia di tengah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Atlet pencak silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) meninggal dunia di tengah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Foto: Dok. Istimewa

Polrestabes Semarang akan memanggil dokter RS Primaya Semarang terkait kematian atlet silat asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita (19), dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Erlin Tang Jaya, mengatakan pihaknya akan meminta keterangan dokter yang menangani Ayudiah untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

"Kita minta keterangan atau penjelasan lengkap dari dokter dulu ya," ujar Erlin kepada kumparan, Rabu (28/10).

Namun, berdasarkan informasi yang didapat, Ayudiah diduga meninggal dunia karena mengalami penggumpalan darah.

"Perkiraan dokter apakah ini mengalami penggumpalan darah. Mungkin itu darahnya anak ini kental atau apa gitu kita nggak tahu tapi diperkirakan seperti itu. Penggumpalan darah bisa saja masuk ke jantung ke organ yang vital gitu tapi kalau pasca-operasi nggak ada masalah, masih sadar," jelas dia.

Ia juga mengungkapkan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Ayudiah.

"Informasi dari dokter keluarga menolak untuk diperiksa lebih mendalam atau autopsi," ungkap Erlin.

Namun, Erlin menilai kematian Ayudiah berbeda dengan kasus kematian atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, yang sempat mengalami insiden tenggelam saat mengikuti cabang olahraga selam laut di kawasan Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026).

"Yang pasti kita minta keterangan atau penjelasan lengkap dari dokter dulu ya karana tidak seperti kejadian yang atlet renang itu ya," kata Erlin.