Polisi Akan Periksa Kolega Dokter PPDS Undip yang Bunuh Diri di Semarang
·waktu baca 2 menit

Polisi akan memeriksa rekan kerja atau kolega dokter Aulia Risma Lestari (30), dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) yang meninggal dunia karena bunuh diri. Aulia diduga mengakhiri nyawanya karena tak kuat dibully.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena mengatakan saat ini pendalaman kasus berfokus pada tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi sudah diperiksa termasuk pemilik kos korban.
"Kalau sampai saat ini (yang diperiksa) pemilik kos, ada juga nanti rekan kerja," ujar Andika saat dihubungi wartawan, Kamis (15/8).
Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Kemenkes hingga Undip.
"Kan sudah diinvestigasi, sembari penyelidikan polisi berjalan, (hasil) mereka seperti apa," jelas dia.
Andika mengaku sejauh ini polisi belum bisa meminta keterangan terhadap keluarga korban. Berdasarkan informasi, korban kerap bercerita kepada ibunya tentang pendidikan yang sedang dijalani.
"Curhat ke ibunya masalah mata pelajarannya. Sesuai yang disampaikan oleh Undip, yang bersangkutan kan beasiswa, memang berapa kali ingin keluar, cuma karena ada biaya yang harus dibayar, mungkin," ungkap Andika.
Terkait dugaan perundungan, Andika menegaskan, tidak bisa langsung berasumsi hanya dari buku diary yang ditemukan di kamar kos korban.
"(Dalam buku harian) Dilihat terkait ini aja sih, agak berat lah terkait pelajaran, seperti apa dalam perkuliahan. Buku diary ini tidak serta merta soal bullying, kita jangan berasumsi dulu. Buku diary terkait apa, itu sebagai temuan, kita dalami dan cek terkait yang bersangkutan," kata Andika.
Untuk diketahui, Aulia merupakan dokter RSUD Kardinah Tegal yang juga mahasiswa PPDS program studi anestesi Universitas Diponegoro. Ia ditemukan meninggal dunia pada Senin (12/8) di kamar kosnya.
Kemenkes menghentikan PPDS Undip di RSUP Dr Kariadi Semarang tempat korban menempuh pendidikan spesialis karena ada dugaan perundungan.
Namun, UNDIP sudah membantah soal isu perundungan itu.
