Polisi Akan Tes Kejiwaan Warga yang Teror Tetangga di Depok

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rekaman CCTV pengrusakan yang dilakukan tetangga di Depok. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rekaman CCTV pengrusakan yang dilakukan tetangga di Depok. Foto: Dok. Istimewa

Polres Metro Depok meningkatkan status penanganan kasus dugaan perusakan dan teror yang melibatkan dua warga bertetangga ke tahap penyidikan.

Dalam proses penyidikan, terlapor berinisial FA dijadwalkan menjalani pemeriksaan psikologi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Untuk perkembangan kasus perusakan dan dugaan teror antar tetangga, sementara ini terlapor sudah memenuhi panggilan penyidik pada Senin (20/7) pukul 13.00 WIB. Penyidik juga telah meminta keterangan dari terlapor, orang tua, dan kakaknya," kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan, Rabu (22/7).

Hendra mengatakan, pada 22 Juli penyidik meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Selanjutnya penyidik akan memeriksa para saksi dan membuat surat permohonan pemeriksaan psikologi ke Rumah Sakit Kramat Jati," katanya.

Menurut Hendra, pemeriksaan psikologi dilakukan karena adanya keterangan dari keluarga mengenai kondisi emosional terlapor.

"Menurut keterangan orang tuanya, terlapor terkadang sulit mengendalikan emosinya dan kerap meledak-ledak," jelasnya.

2 Dugaan Tindak Pidana

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan dua dugaan tindak pidana, yakni perusakan dan perbuatan tidak menyenangkan.

"Pelaporan terkait dugaan perusakan dan teror. Dari hasil penyidikan, penyidik menambahkan dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan," ujar Hendra.

Ia juga menyebut pemeriksaan psikologi dilakukan dengan mempertimbangkan keterangan keluarga serta perilaku terlapor yang sempat menjadi perhatian di media sosial.

"Karena dari pihak keluarga juga menyampaikan bahwa ketika marah emosinya terkadang tidak terkontrol. Itu menjadi salah satu pertimbangan penyidik untuk melakukan pemeriksaan psikologi di Kramat Jati," katanya.

Meski demikian, Hendra memastikan kondisi FA saat menjalani pemeriksaan pada Senin lalu dalam keadaan normal.

"Saat diperiksa kondisinya baik. Tidak ada perilaku yang aneh selama pemeriksaan berlangsung," pungkasnya.