Polisi Amankan 11 Orang saat Demo Ricuh Gubernur Kaltim, 8 Dirawat di RS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo yang berujung ricuh di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Demo yang berujung ricuh di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Polisi mengamankan 11 orang saat demo di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur yang berakhir ricuh pada Selasa (21/4). Mereka tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalimantan Timur.

Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, membenarkan adanya massa yang diamankan usai aksi berlangsung.

“Ada beberapa yang diamankan, saat ini masih dalam tahap pemeriksaan. Nanti akan kita lihat tingkat kesalahannya,” kata Endar lewat keterangannya, Kamis (24/4).

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Romylus Tamtelahitu dan Kabid Humas Kombes Pol Yulianto memeriksa barang bukti saat rilis kasus narkotika di Polda Kaltim, Balikpapan, Senin (6/4/2026). Foto: Angga Palguna/ ANTARA FOTO

Berdasarkan data sementara, sebanyak 11 orang diamankan karena diduga melakukan tindakan provokatif selama aksi berlangsung, termasuk penggunaan flare yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

Meski demikian, Endar menegaskan bahwa pendekatan hukum yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip proporsional. Ia menyebut, tidak semua yang diamankan akan langsung diproses secara pidana.

“Pendekatan represif akan kita kendorkan. Kalau kesalahannya tidak terlalu berat, bisa saja hanya dilakukan pembinaan,” jelasnya.

8 Orang Terluka

Humas RS Dirgahayu Samarinda, Agustinus, menyampaikan bahwa pihaknya menerima delapan peserta aksi yang membutuhkan perawatan. Dari jumlah tersebut, tujuh orang mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.

“Kami menerima total delapan peserta aksi. Tujuh orang mengalami luka ringan, sudah kami tangani dan diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik,” jelasnya.

Sementara satu orang lainnya harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Keputusan rujukan dilakukan setelah tim medis menemukan adanya kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lebih intensif.

“Ada satu pasien yang kami rujuk karena membutuhkan penanganan lanjutan. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk proses tersebut,” tambahnya.

Agustinus juga memastikan tidak ada korban meninggal dunia yang dirawat di RS Dirgahayu akibat insiden tersebut.