Polisi Amankan Pelajar Pelaku Bully Temannya hingga Pingsan di Irigasi Grobogan

Pihak kepolisian menangkap seorang pelajar pelaku bully temannya di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pemeriksaan intensif kini tengah dilakukan terhadap pelajar tersebut.
Sebelumnya, ramai di media sosial video yang memperlihatkan aksi perundungan atau duel antara remaja laki-laki terjadi di sebuah saluran irigasi di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (10/9) lalu.
Korban yang masih berusia belasan tahun itu dipukuli dan ditendangi secara membabi buta hingga terkapar tak berdaya oleh remaja pria lainnya. Sementara itu, teman-temannya yang lain sibuk menonton dan menertawakan korban yang pingsan.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufik Frida Mustofa mengatakan, setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Grobogan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung melakukan langkah penanganan dan pendalaman terhadap perkara.
"Untuk penanganan perkara ini, dari Unit PPA tetap menggandeng stakeholder terkait, di antaranya Bapas dan DP3AKB Kabupaten Grobogan, dalam rangka penanganan khusus terhadap anak yang berhadapan dengan hukum," ujar Taufik dalam keterangannya, Sabtu (19/9).
Ia mengungkap, berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa tersebut diduga berawal dari kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Perselisihan disebut bermula dari saling ejek yang kemudian berlanjut dengan ajakan untuk melakukan duel.
"Kami menyampaikan informasi ini agar masyarakat memperoleh gambaran mengenai awal mula kejadian dan tidak berkembang menjadi penafsiran lain di tengah masyarakat," jelas dia.
Ia menjelaskan, terduga pelaku anak telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
"Dari hasil pemeriksaan tenaga medis atau dokter, kondisi korban saat ini dalam keadaan baik. Untuk memastikan kondisi kesehatan korban secara menyeluruh, kami juga akan melakukan pengecekan kesehatan lanjutan," tegas dia.
Berkaca dari kejadian ini, ia mengimbau para orang tua untuk memberikan perhatian terhadap aktivitas anak ketika bermain maupun bersosialisasi di lingkungan sekitar.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk menjaga dan mengawasi anak-anak saat bermain maupun bersosialisasi agar tidak terpengaruh melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain maupun sesama rekan," kata Taufik.
