Polisi Amankan Seorang Demonstran di Gedung DPR: Minum Berapa Botol?

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah massa membakar ban di Jalan Tol dalam kota saat menggelar unjuk rasa di kawasan DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Foto: Raga Imam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah massa membakar ban di Jalan Tol dalam kota saat menggelar unjuk rasa di kawasan DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Foto: Raga Imam/kumparan

Polisi mengamankan seorang demonstran di depan Gedung DPR. Belum diketahui alasan laki-laki itu digiring polisi ke dalam mobil Brimob dan dibawa pergi.

Saat digiring, dia hanya ditanya asal kampusnya. Namun, laki-laki itu hanya tersenyum.

"Minum berapa botol kamu?" tanya polisi kepada laki-laki itu, Selasa (24/9).

"Kamu anarko ya?" tanya polisi lainnya di lokasi yang sama.

Tidak jelas, demonstran itu mahasiswa atau bukan. Kala dibawa ke mobil Brimob, dia hanya meminta tidak disakiti. Orang itu memakai jaket abu-abu, kaos hitam, tanpa jas almamater.

video youtube embed

Anarko atau anarcho-syndicalism adalah gerakan yang bertujuan menciptakan situasi anarkis dalam tatanan masyarakat sosialis. Pengikut gerakan ini disebut sebagai anarcho syndicalist. Pengikut gerakan ini identik dengan simbol A dan atribut berwarna hitam. Kelompok gerakan ini ditengarai pemicu kericuhan demo di Bandung pada Senin (23/9).

Sementara itu, demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, sempat ricuh saat mahasiswa memaksa masuk ke gedung wakil rakyat. Polisi kemudian menyemprotkan water cannon dan melepaskan gas air mata.

Malam ini kondisi di Senayan relatif kondusif. Mayoritas mahasiswa saat ini terkonsentrasi di belakang gedung DPR, Jalan Asia Afrika. Meski demikian, jalan tol dan nontol di depan gedung DPR masih diblokade.

Demonstrasi mahasiswa hari ini merupakan kelanjutan demo pada hari Senin (23/9). Aspirasi mereka antara lain menolak pengesahan UU KPK dan revisi KUHP.

kumparan post embed