kumparan
7 April 2018 13:10

Polisi Amankan Sopir Truk yang Ditabrak KA Sancaka

Korban kecelakaan kereta Sancaka tabrak truk
Korban kecelakaan kereta Sancaka tabrak truk (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Kecelakaan yang melibatkan KA Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya dengan sebuah truk kontainer, Jumat (6/4) malam menyebabkan seorang masinis meninggal di lokasi kejadian dan asisten masinis luka-luka. Pihak kepolisian berhasil mengamankan pengemudi truk kontainer untuk diperiksa.
ADVERTISEMENT
"Benar sopir sudah diamankan anggota jajaran kami di Polres Ngawi. Masih dimintai keterangannya. Itu dulu saja," singkat Frans Barung saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Sabtu (7/4).
Pengemudi truk bernama Aji Aman (41) asal Dusun Samben, Kedung Adem, Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Supriyanto mengungkapkan, jenazah masinis KA Sancaka Mustofa (30) baru berhasil dievakuasi pada pukul 22.30 WIB, Jumat (6/4).
"Jenazah kita bawa ke RS At-Tin Husada Ngawi jam 23.00 WIB, kemudian kita antarkan ke rumah duka beliau di Kabupaten Madiun," terang Supriyanto.
Sedangkan, asisten masinis, Hendra Wahyudi masih mengalami koma di ruang perawatan RS At-Tin Husada Ngawi. "Informasi yang kami dapat, asisten masinis belum sadarkan diri," imbuhnya.
Kecelakaan KA Sancaka di Ngawi.
Kecelakaan KA Sancaka di Ngawi. (Foto: Antara/Zabur Karuru)
Supriyanto juga menjelaskan kronologi kecelakaan, bahwa pukul 18.20 WIB, saat bersamaan KA Sancaka Yogyakarta - Surabaya hendak melintas di KM 215,8, tiba-tiba sudah ada truk kontainer yang melintang dan berhenti di tengah jalur rel yang dilewati.
ADVERTISEMENT
KA yang terlambat mengurangi kecepatan menghantam truk. Akibatnya, lokomotif terguling, satu gerbong melintang dan tiga gerbong anjlok (keluar dari rel).
Kecelakaan KA Sancaka di Ngawi.
Kecelakaan KA Sancaka di Ngawi. (Foto: Antara/Eric S)
Menurut Supriyanto, truk saat itu sedang melintas di perlintasan liar petak jalan antara stasiun Kedung Banteng - Walikukun. Kondisinya berdekatan dengan tanah dan persawahan.
"Karena lintasan liar sehingga banyak tanah sehingga kalau terkena becek roda kendaraan kesulitan melintas di sana. Jadi mungkin truk jadi terhenti," terang Supriyanto.
Menurut keterangan dia, truk juga baru saja membongkar muatan beton bantalan rel KA proyek double-track.
"Infonya truk usai bongkar muat bantalan rel proyek doubeltrack tak jauh dari lokasi. Namun itu bukan menjadi proyek kami (PT KAI). Saat ini kami fokus mengevakuasi gerbong yang masih melintang di lokasi kejadian," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan