Polisi Ambil Sampel Makanan, Usut Keracunan Massal di Pabrik Garmen Bandung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di RS Pindad, Kota Bandung, yang tangani puluhan karyawan pabrik garmen di Bandung yang keracunan.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di RS Pindad, Kota Bandung, yang tangani puluhan karyawan pabrik garmen di Bandung yang keracunan. Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak 43 karyawan PT Daese Garmin diduga keracunan makanan yang disediakan oleh pihak perusahaan saat jam makan siang. Polisi turun tangan menyelidiki kasus keracunan massal tersebut.

Pantauan kumparan, terlihat polisi yang dipimpin Kapolsek Batununggal, Iptu Sonny Rinaldi dan Inafis Polrestabes Bandung mengecek langsung ke bagian catering perusahaan.

Di sana, terlihat ada tumpukan makanan sisa yang dimakan oleh karyawan. Makanan sisa itu terdiri dari nasi, sayur tauge, hingga tempe. Tak tercium bau tak sedap dari makanan itu.

Iptu Sonny Rinaldi mengatakan, pihaknya mengamankan sampel makanan yang disajikan ke karyawan. Polisi kemudian akan mengecek makanan tersebut.

"Kita amankan sampelnya," kata dia pada Jumat (21/7).

Makanan yang diduga jadi penyebab puluhan karyawan pabrik garmen di Bandung keracunan. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Selain mengamankan sampel makanan, kata Sonny, pihaknya juga akan memanggil manajemen perusahaan untuk dimintai keterangan terkait dengan peristiwa keracunan massa itu. Dia pun berharap jumlah karyawan yang keracunan tak bertambah.

"Nanti kita panggil dari pihak manajemen perusahaannya," ucap dia.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai peristiwa tersebut. Adapun karyawan yang keracunan sudah dibawa ke RS Pindad untuk mendapatkan penanganan.