Polisi Austria Kini Sudah Tangkap 14 Orang Terkait Serangan di Wina

Kepolisian Austria terus memburu para pelaku yang terlibat dalam serangan di Kota Wina pada Senin (2/11) malam. Tercatat sejauh ini sudah 14 orang yang ditangkap.
Kanselir Austria, Sebastian Kurz, mengatakan kepolisian juga menggerebek 18 lokasi. Dari penggerebekan itu, 14 orang telah ditangkap.
Namun Kurz tak memberikan rincian di mana saja 14 orang itu ditangkap. Termasuk dengan identitas mereka.
"Ini bukanlah konflik antara Kristen dan Muslim atau antara Austria dan migran. Tidak, ini adalah pertarungan antara orang yang percaya pada perdamaian dan yang menentangnya. Ini adalah pertarungan antara peradaban dan barbarisme," kata Kurz dikutip dari Reuters, Selasa (3/11).
Sementara Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer mengatakan, empat warga sipil terluka akibat serangan itu. Sedangkan 22 lainnya mengalami luka-luka di mana tiga di antaranya dalam kondisi kritis.
Seorang Pelaku yang Tewas Bernama Kujtim Fejzulai
Nehammer akhirnya buka suara terkait identitas seorang pelaku penyerangan yang tewas. Sebelumnya surat kabar lokal Austria, Falter Florian Klenk, mengungkapkan satu pelaku yang ditembak mati itu merupakan penduduk lokal bernama Kurtin S (20).
Nehammer mengatakan pelaku yang tewas itu bernama Kujtim Fejzulai. Dia merupakan seorang warga negara ganda Austria dan Makedonia Utara.
Fejzulai pernah dijatuhi hukuman 22 bulan penjara pada April 2019 karena berusaha melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Namun dia dibebaskan lebih awal pada Desember. Dia juga sempat ikut program deradikalisasi.
"Terlepas dari semua upaya dan dia sedang berusaha kembali ke dalam masyarakat, penyerang tampaknya melakukan hal yang sebaliknya," ucap Nehammer.
Penembakan di Austria terjadi di pusat Kota Wina. Insiden itu menyebabkan lima orang tewas. Satu di antara korban jiwa merupakan pelaku penembakan.
PM Austria Sebastian Kurz mengatakan, insiden penembakan di Wina adalah aksi teroris simpatisan ISIS.
