Polisi Bawa Laptop dan Buku Harian dari Kamar Kos Andriana

Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan Andriana, siswi SMK yang tewas ditusuk oleh orang tak dikenal di dekat Terminal Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/1). Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga membawa beberapa alat bukti dari kamar indekos Andriana.
"Yang dicek barang-barang yang untuk diamankan saja, untuk dijadikan bukti itu saja. Dibawa laptop, buku harian, sama foto-fotonya Noven (sapaan Andriana)," kata pemilik indekos Andriana, Lia saat ditemui di lokasi, Rabu (9/1).
Lia menjelaskan kamar yang disewakan untuk Andriana diperiksa polisi pada Selasa (9/1). Polisi juga menanyakan beberapa pertanyaan kepada pemilik indekos di Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor itu.

Saat ditanya polisi, Lia mengaku curiga dengan teman dekat Andriana. Sebab, dua hari sehari sebelum pembunuhan, ia melihat ada seorang pria yang mondar-mandir di TKP. Menurutnya, orang yang mondar-mandir itu mirip dengan mantan pacar Andriana yang pernah mampir ke rumah kos yang ia kelola.
"Dengan yang di video itu ciri-cirinya jadi gimana ya gitu dulu sih posturnya agak gemuk itu ya yang dulu sering ke sini yang saya lihat kemarin itu saya lihat memang udah agak kurus gitu badannya," kata Lia.
"Dia itu mondar-mandir kalau ada orang mau turun atas ke bawah itu dia mukanya itu ngebalik gitu, kalau misalkan ada orang yang dari bawah ke atas dia mukanya gitu ke atas sambil nunduk kayaknya lagi nunggu sesuatu yang dia tunggu gitu," tambah Lia.

Lia tidak mengetahui kelanjutan hubungan dari Andriana dengan mantan pacarnya itu. Namun, sepengetahuan Lia, Andriana tidak pernah terlibat masalah dengan orang lain. Karena, Andriana merupakan sosok yang baik dan tak pernah memperlihatkan apabila sedang memiliki masalah.
"Enggak pernah enggak pernah dia itu orangnya kalau punya masalah atau apa kelihatannya sama saya itu baik-baik saja," pungkasnya.
Andriana tewas ditusuk oleh orang tak dikenal di Jalan Riau, Bogor, Jawa Barat, tepatnya di belakang Terminal Baranangsiang. Saat ditemukan, pisau yang digunakan untuk menikam Andriana menancap di dada sebelah kirinya. Saat ini pihak kepolisian tengah menangani kasus trsebut.
