Polisi Beberkan Kendala Evakuasi Pendaki di Gunung Dukono yang Erupsi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses evakuasi pendaki terjebak di Gunung Dukono, Halmahera Utara, yang meletus, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Proses evakuasi pendaki terjebak di Gunung Dukono, Halmahera Utara, yang meletus, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Basarnas

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menceritakan sulitnya proses evakuasi pendaki saat terjadi erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Jumat (8/5).

Akses kendaraan sulit, ditambah erupsi yang masih berlangsung, menambah kendala di lapangan. Evakuasi baru bisa dilakukan setelah menggunakan kendaraan roda tiga.

"Kendalanya roda empat tidak bisa masuk. Sehingga harus menggunakan VIAR (kendaraan roda tiga). Selain itu, erupsi gunung masih terus berlangsung," kata Erlichson kepada kumparan, Jumat (8/5).

Ia menambahkan, petugas tim akan mengecek terlebih dahulu kondisi erupsi Gunung Api Dukono. Ketika erupsi berhenti, tim SAR akan naik melakukan evakuasi.

"Saat ini erupsinya masih terus berlangsung. Terkait hujan abu masih ada, namun bergantung dari arah angin juga. Sementara ini arah anginnya ke selatan menuju ke Halmahera Barat," imbuhnya.

Sebelumnya, 15 pendaki Gunung Api Dukono di Halmahera Utara dinyatakan selamat. Sedangkan 3 orang pendaki yang berada di atas gunung dinyatakan meninggal dunia. 2 WN Singapura dan seorang warga Jayapura, Papua. Lalu ada 2 pendaki yang masih dinyatakan hilang.

Proses evakuasi pendaki terjebak di Gunung Dukono, Halmahera Utara, yang meletus, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Basarnas

Saat ini jumlah 15 pendaki yang sudah turun dirawat di pos pengamatan. Mereka mengalami luka ringan.

"Total 15 orang yang sudah turun saat ini dirawat di pos pengamatan oleh tim Dinas Kesehatan. Kondisinya luka ringan," kata Erlichson.

Diketahui, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dihimpun dari keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT.

Gunung Dukono yang saat ini berstatus Level II (Waspada) mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026. Yakni dengan rata-rata tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi.

Pada kejadian itu kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik.

Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela. Tepatnya di Desa Mamunya. Pihak BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan unsur terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat. Termasuk pendataan para pendaki di sekitar kawasan terdampak.