Polisi Belum Temukan Titik Kebocoran Ledakan Pipa Gas di Grand Polonia Medan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengoperasikan alat berat usai ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026) Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengoperasikan alat berat usai ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026) Foto: Amar Marpaung/kumparan

Polisi masih mencari titik kebocoran yang menyebabkan ledakan pipa gas di Grand Polonia Medan, pada Senin (20/7) lalu. Setelah melakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (23/7), polisi juga belum menemukan titik kebocoran pipa gas tersebut.

"Hal ini kita sedang mencari tahu untuk mengetahui titik daripada kebocoran gas metana yang ada," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, saat ditemui di lokasi, Kamis (23/7).

Karena belum ditemukan, maka pencarian titik kebocoran gas akan dilanjutkan besok.

Kendala

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengatakan kendala dalam menemukan titik kebocoran itu terletak pada ukuran pipa yang sangat panjang tertanam di dinding rumah.

"Pipa yang ada di sana sangat panjang dan semua ini tertanam di dalam tembok. Jadi kalau dikatakan apa kendalanya, ya kendalanya di sana," ujar Roy.

Sehingga, pihak kepolisian akan membongkar seluruh tembok yang di dalamnya terdapat pipa gas untuk mengetahui titik kebocorannya.

"Kita mau urut pipanya tentu harus membobol semua tembok-tembok yang ada di sana untuk mengeluarkan pipa itu untuk menguji nanti per segmennya," ucap Roy.

"Jadi itu kendalanya dan apa yang kita lakukan hari ini bersama pihak PGN (Perusahaan Gas Negara), kita melakukan Leak Test dulu ya, maksudnya uji kebocoran pipa-pipa itu. Tetapi ini belum menjawab titik di mana bocornya. Inilah yang akan kita lakukan dan masih progress," sambung Roy.

Pihak PGN bersama Laboratorium Forensik Polda Sumut menguji titik kebocoran dengan menggunakan alat Header Gas dengan kandungan CNG tabung 200 bar. Pengecekan telah dilakukan di tiga terminal yakni di lantai 1 dan lantai 4, berupa dua kompor gas dan genset.

"Ada beberapa titik yang kita lakukan seperti di dapur lalu di genset dan di atas. Di terminal itu belum ditemukan, tapi ini kan persoalannya pipa ini panjang sekali. Ini baru hanya ujungnya gitu. Di situlah butuh waktunya kita karena semua tertanam di dalam tembok," imbuh Roy.

Roy menuturkan, pengecekan titik kebocoran gas ini dinilai sangat penting untuk penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab, apakah ada kelalaian pada pemasangan pipa gas tersebut.

"Jadi untuk siapa yang bertanggung jawab itu kan harus jelas dulu. Misalnya kalau anggap lah, kalau itu dikaret atau di persambungan. Nah itu apakah dari semula ini misalnya enggak standar pemakaian, nanti bisa dirunut. Apakah ini memang ada kelalaian dari yang membuat atau semacam itu. Jadi memang ini perlu ketika diketahui di mana titiknya untuk menentukan kira-kira ada yang harus bertanggung jawab enggak begitu," jelas Roy.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Dugaan sementara pemicu ledakan karena kebocoran pipa gas yang tertanam di dalam bawah perumahan tersebut.

Terdapat tujuh korban yang terkena dampak, di antaranya empat korban selamat dan tiga orang tewas. Seluruh korban telah dievakuasi.