Polisi Brasil Geledah Rumah Eks Presiden Bolsonaro, Pistol dan Ponsel Disita

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil polisi federal Brasil terlihat di depan rumah mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, selama operasi pencarian di rumahnya, di Brasilia, Brasil, Rabu (3/5/2023). Foto: Ueslei Marcelino/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mobil polisi federal Brasil terlihat di depan rumah mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, selama operasi pencarian di rumahnya, di Brasilia, Brasil, Rabu (3/5/2023). Foto: Ueslei Marcelino/REUTERS

Kepolisian Brasil menggeledah rumah eks Presiden Jair Bolsonaro pada Rabu (4/5). Ponsel Bolsonaro disita saat penggeledahan itu.

Penggeledahan terkait dugaan pemalsuan sertifikat vaksin oleh Bolsonaro, keluarga, dan lingkar dekatnya. Itu dilakukan untuk terhindar dari pembatasan kesehatan.

Usai penggeledahan Bolsonaro mengatakan, selain ponsel pistolnya disita. Ia juga membantah semua tuduhan. Bahkan dirinya menuduh aparat Brasil mengarang kasus terhadap dirinya.

Mobil polisi federal Brasil terlihat di depan rumah mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, selama operasi pencarian di rumahnya, di Brasilia, Brasil, Rabu (3/5/2023). Foto: Ueslei Marcelino/REUTERS

"Tidak ada pemalsuan di pihak saya. Tidak ada. Saya memang tidak pernah divaksin, titik," ucap Bolsonaro di luar rumahnya di ibu kota Brasilia seperti dikutip dari AFP.

"Saya kaget, atas operasi penggeledahan dan penyitaan di rumah eks presiden hanya untuk mengarang kasus," sambung dia.

Mobil polisi federal Brasil terlihat di depan rumah mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, selama operasi pencarian di rumahnya, di Brasilia, Brasil, Rabu (3/5/2023). Foto: Ueslei Marcelino/REUTERS

Penggeledahan dilakukan setelah kepolisian federal mengungkap skema, saat seorang ajudan dekat Bolsonaro Kolonel Maruo Cid diduga menyadap jaringan kontak kesehatan pemerintah.

Tindakan itu dilakukan untuk memperoleh sertifikat vaksin palsu untuk Bolsonaro, putri Bolsonaro, dirinya sendiri, istri, putrinya dan dua pembantu presiden lainnya.

Polisi menyebut, Bolsonaro mengetahui aksi itu. Ia menginginkan agar dirinya dan lingkar dekatnya memenuhi syarat perjalanan internasional di era pandemi COVID-19.