Polisi: Bripda Ignatius Tertembak karena Senpi Meletus saat Dikeluarkan dari Tas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Glock 17. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Glock 17. Foto: Shutter Stock

Densus 88 Antiteror Polri menyebut insiden yang menewaskan Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage diakibatkan oleh kelalaian dua rekannya yang berinisial Bripka IG dan Bripda IMS. Juru bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar, menjelaskan, Bripda Ignatius tewas tertembak saat salah satu rekannya hendak mengeluarkan senjata api (senpi) dari dalam tas.

Senjata api itu disebut milik Bripda IMS. Namun belum dijelaskan siapa yang mengambil senpi tersebut.

"Yang terjadi adalah kelalaian anggota pada saat mengeluarkan senjata dari tas kemudian meletus dan mengenai rekannya yang berada di depannya," kata Aswin saat dihubungi, Kamis (27/7).

Aswin memastikan, tak ada pertengkaran yang terjadi antara korban dan para pelaku sebelum senpi tersebut meletus.

"Tidak ada (pertengkaran)," ungkapnya.

Hingga saat ini, Aswin mengatakan, pihaknya bersama Satreskrim Polres Bogor tengah mengusut kasus ini. Baik dari sisi pidana maupun etik dan disiplin.

"Permasalahannya sedang ditangani bersama oleh Densus dan Polres Bogor. Nanti penyidik Polres dan Densus akan meng-update perkembangannya," tutur Aswin.

Bripda Ignatius tewas tertembak rekannya yang sesama polisi di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada pukul 01.40 WIB, Minggu (23/7).

"Telah terjadi peristiwa tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan matinya orang yaitu atas nama Bripda IDF," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan melalui siaran pers, Rabu (26/7).

Ada dua tersangka dalam kasus ini, mereka ialah Bripka IG dan Bripda IMS. Mereka belakangan diketahui merupakan anggota Densus 88. Saat ini, mereka telah dilakukan penahanan.

"Polri tidak akan memberikan toleransi kepada oknum yang melanggar ketentuan atau perundangan yang berlaku," ujar Ahmad.