Polisi Bubarkan Demo Bebaskan Jerinx di PN Denpasar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana demo bebaskan Jerinx di PN Denpasar, Bali, Selasa (29/9). Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana demo bebaskan Jerinx di PN Denpasar, Bali, Selasa (29/9). Foto: Denita br Matondang/kumparan

Sejumlah pemuda pendukung terdakwa pencemaran nama baik dan ujaran kebencian I Gede Aryastina alias Jerinx menggelar demo di PN Denpasar, Selasa (29/9).

Mereka menuntut Jerinx dibebaskan dari penjara karena menyebut 'IDI Kacung WHO' di akun instagramnya. Aksi demo di PN Denpasar ini sekaligus mendukung Jerinx yang sedang menjalani sidang dengan agenda eksepsi secara virtual.

Polisi bubarkan aksi demo bebaskan Jerinx di PN Denpasar, Bali, Selasa (29/9). Foto: Denita br Matondang/kumparan

Pantauan kumparan, massa setia berunjuk rasa selama tiga kali sidang Jerinx dilakukan. Pada sidang pertama, demo berjalan mulus, sidang kedua demo dijaga oleh polisi dan pecalang juga berjalan mulus.

Sedangkan di sidang ketiga ini, demo cuma 30 menit saja. Massa yang telah orasi bersejak pukul 10.30 WITA dan kompak mengenakan pakaian serba hitam dibubarkan polisi.

Pembubaran ini dipimpin langsung Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, sekitar pukul 11.00 WITA. Menurut dia, massa dilarang berkerumun di tengah pandemi virus corona.

"Kita harus bertindak tegas kepada teman-teman. Apalagi kita ketahui bersama bahwa saat ini Bali, pemerintah baik provinsi, TNI-Polri, kita lagi bahu-membahu mendisplinkan masyarakat dan sudah jelas kita juga sudah mengimbau kepada korlapnya untuk saat sekarang ini tidak boleh ada perkumpulan atau gerombolan seperti ini karena ini sangat berbahaya karena demo mengumpulkan massa risikonya sangat tinggi apalagi di masa COVID-19 ini," kata dia.

Suasana demo bebaskan Jerinx di PN Denpasar, Bali, Selasa (29/9). Foto: Denita br Matondang/kumparan

Dia menegaskan, jika massa tetap mengelar demo akan dibubarkan. Apalagi, surat pemberitahuan demo tak ada.

"Jadi kita harus tegas menegaskan masa pandemi dilarang untuk kumpul-kumpul begini.Bali saat ini termasuk tinggi. Jadi harus ada kerja sama dari seluruh masyarakat," kata dia.

Massa yang dibubarkan langsung menyoraki polisi sambil bubar dengan tertib.