Polisi Bubarkan Keramaian Warga Nonton Syuting Sinetron Ikatan Cinta di Puncak

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi membubarkan kerumunan warga yang menonton syuting sinetron 'Ikatan Cinta' di Beth Kasegaran Theresia Senior Living & Resort di Jalan Gunung Geulis Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (27/1). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi membubarkan kerumunan warga yang menonton syuting sinetron 'Ikatan Cinta' di Beth Kasegaran Theresia Senior Living & Resort di Jalan Gunung Geulis Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (27/1). Foto: Dok. Istimewa

Kepolisian Resor Bogor membubarkan kerumunan warga yang menonton syuting sinetron 'Ikatan Cinta' di Beth Kasegaran Theresia Senior Living & Resort di Jalan Gunung Geulis Pasir Angin, Puncak Kecamatan Megamendung, pada Rabu (27/1).

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan institusinya bekerja sama dengan Satpol PP Kabupaten Bogor untuk membubarkan warga yang secara berkerumun menonton syuting sinetron tersebut.

"Kami berkordinasi dengan Satpol PP kita tertibkan. Pokoknya setiap kerumanan kita lakukan penindakan kita tertibkan kita lakukan penindakan," kata Harun, di kantornya, Rabu (27/1).

Harun mengatakan lokasi syuting itu sebenarnya berada di dalam sebuah gedung. Production house sudah menutup pagar gedung Beth Kasegaran agar tidak mengundang kerumunan warga di sekitar.

Proses syuting itu juga sudah berjalan selama 3 bulan lamanya. Namun, warga perlahan semakin tahu bahwa ada syuting dengan artis Amanda Manopo di situ. Walhasil keramaian tak terhindarkan.

Polisi membubarkan kerumunan warga yang menonton syuting sinetron 'Ikatan Cinta' di Beth Kasegaran Theresia Senior Living & Resort di Jalan Gunung Geulis Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (27/1). Foto: Dok. Istimewa

Warga awalnya datang tidak begitu banyak. Polisi dan Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor membubarkan mereka. Hari demi hari, warga yang datang membeludak.

"Ini kan sudah hampir tiga bulan dan sudah beberapa kali sudah dilakukan upaya-upaya juga. Dari pihak manajemen juga sudah dipasang penutup untuk menutup pagar di lokasi syuting. Itu kan terlihat dari luar dikasih penutup supaya warga ini enggak lihat," kata Harun.

Harun mengatakan upaya penertiban dan imbauan sudah dilakukan oleh pihak Kepolisian dan Satpol PP.

"Kerumunan ini kan warga-warga ini nanti selalu kita imbau," ujar dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Megamendung Iwan Relawan mengatakan kerumunan warga tidak menghentikan proses syuting. Menurut dia, yang menjadi pelanggar protokol kesehatan bukan syuting sinetronnya, melainkan warga yang menonton di sekitar menyebabkan kerumunan.

“Yang menjadi pelanggar prokes adalah kerumunan masyarakat yang menjadi penonton sudah dibubarkan, masyarakat kan pada datang dari mana-mana,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan seluruh tim dan artis sudah mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, tidak melewati batas waktu selama 3 jam maksimal syutingnya. Lokasi hotel yang menjadi berlangsungnya syuting pun sudah membatasi tamu hanya 25 persen.

"Mereka juga sudah swab antigen dua minggu sekali. Kita melakukan pengawasan dengan melakukan pembubaran kerumunan," katanya.