Polisi Bubarkan Konser Berkerumun di Alun-alun Bangli Usai Diresmikan Koster

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peresmian alun-alun Kota Bangli. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian alun-alun Kota Bangli. Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta meresmikan pembukaan alun-alun kota di Kabupaten Bangli, Rabu (12/1) malam kemarin.

Setelah Koster dan Arta meninggalkan lokasi, polisi menyetop acara lanjutan berupa konser musik yang dimeriahkan oleh band Painful By Kisses dan Nosstress. Hal ini karena warga menyerbu dan berkerumun di sekitar panggung konser.

"Begitu bapak gubernur meninggalkan tempat itu dari masyarakat masuk mendekati panggung (berkerumun). Kami dari pihak keamanan kira-kira dua lagu (berlangsung, konser) diistirahatkan (dihentikan). Selanjutnya, kita imbau warga untuk pulang ke rumah masing-masing," kata Kasubag Humas Polres Bangli Iptu Wayan Sarta saat dihubungi, Kamis (13/1).

Peresmian alun-alun Kota Bangli. Foto: Dok. Istimewa

Sarta mengatakan, acara terpaksa dibubarkan untuk mencegah penularan virus corona dan batas acara telah melampaui izin yang ditetapkan. Batas acara diizinkan hingga pukul 22.00 WITA.

Sarta menyatakan, acara pembubaran berjalan dengan kondusif. Warga diimbau secara baik-baik untuk meninggalkan alun-alun. Ia mengeklaim tidak ada korban luka dalam proses pembubaran.

"Tidak ada (pembubaran)secara paksa, kami mengimbau secara baik-baik dan masyarakat langsung meninggalkan lokasi dan tidak ada yang terluka," kata dia.

Terpisah, Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengaku kerumunan dipicu antusiasme warga yang datang cukup tinggi. Warga sudah terlalu lama tak memiliki kegiatan selama pandemi COVID-19.

"Karena mereka sudah terlalu lama tidak ada kegiatan, dan alun alun yang dulu lapangan Kapten Mudirta dan sekarang jadi alun-alun kota Bangli di mana ada rasa penasaran yang tinggi dari masyarakat. Jadi memang (pengunjung) lumayan, banyak sekali," kata dia.

Ia menyatakan,akan mengevaluasi acara tersebut. Satgas COVID-19 Bangli akan memperketat pelaksaan acara di tengah pandemi virus corona mencegah kerumunan yang sama kembali terjadi.

"Dari sisi Satgas, kita akan evaluasi pelaksanaan model seperti ini, seperti apa baiknya, seperti apa penawarannya, agar masyarakat terpenuhi, kegiatan tidak tertutup. dan tidak melanggar juga prokes," kata dia.

Dirgayusa menuturkan, konser digelar melewati batas jam yang ditentukan buntut acara peresmian berjalan molor. Acara yang harusnya dimulai pada pukul 18.00 Wita, baru terlaksana pada pukul 20.15 Wita.

"Iya, (dibubarkan) pas acara konser dan acara (inti) sudah selesai. Karena mundur acaranya, itu penyebabnya. Tidak terkendali di sana, kita akui (ada kerumunan)," tuturnya.