Polisi Bubarkan Massa Demo Tolak Kenaikan PBB 300% di Bone Pakai Gas Air Mata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi bubarkan masa pendemo tolak PBB P2 di Bone dengan gas air mata. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi bubarkan masa pendemo tolak PBB P2 di Bone dengan gas air mata. Foto: Dok. kumparan

Polisi akhirnya membubarkan paksa aksi demo menolak kenaikan PBB-P2 di Kantor Bupati Bone, Sulsel, pada Selasa (19/8) malam. Massa berhamburan akibat tembakan gas air mata.

Demo ini dibubarkan karena sudah lewat dari waktu yang diizinkan. Tak hanya itu, massa juga melempari kantor bupati dengan batu.

Kericuhan ini berawal saat massa hendak bertemu dengan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan wakilnya. Tetapi, Bupati dan wakilnya tidak berada di lokasi.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bone Bersatu itu kemudian kecewa. Mereka marah, lalu menyerang polisi dengan melemparinya batu.

Polisi bubarkan masa pendemo tolak PBB P2 di Bone dengan gas air mata. Foto: Dok. kumparan

Polisi terdesak. Mereka lalu memutuskan untuk memukul balik massa. Mereka menembaki massa dengan gas air mata.

Informasi yang diterima, kericuhan tersebut mengakibatkan petugas Satpol PP Pemkab Bone terkena batu. Kepalanya terlukan dan mendapatkan perawatan medis.

Terkait ini, Sekretaris Satpol PP Bone, Andi Awaluddin mengatakan, sebanyak empat anggotanya menjadi korban. Mereka terkena lemparan batu.

“Ada 4 orang anggota satpol yang dikena lemparan batu saat pengamanan demo,” kata Andi Awaluddin kepada wartawan di lokasi.

Empat anggotanya terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Tim medis telah memberikan pertolongan medis dengan menjahit kepala korban yang terluka.

Tak hanya Satpol PP, kata Awaluddin, dua petugas kepolisian juga dikabarkan terluka akibat kericuhan ini. Kabar itu dibenarkan oleh Personel Polres Bone Aipda H Karman.

“Kalau dari kami ada dua terluka,” kata Karman dihubungi terpisah.

Dikatakannya, kedua polisi yang terluka itu, masing-masing Aipda Rahmat dan Bripda Awal.

“Brimob Aipda Rahmat ibu jarinya robek nyaris terputus, personel Polres Bone Bripda Awal luka robek kening sebelah kanan. Kini dijahit semua,” sambungnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi sudah mulai kondusif. Massa satu persatu tampak mulai membubarkan diri.