Polisi Bubarkan Massa yang Ngamuk di Diskusi 'Selamatkan Golkar'

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diskusi tentang Munaslub Partai Golkar dibubarkan sekelompok orang. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Diskusi tentang Munaslub Partai Golkar dibubarkan sekelompok orang. Foto: Haya Syahira/kumparan

Sekelompok massa yang mengaku Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tiba-tiba datang ke acara diskusi bertema “Selamatkan Partai Golkar” di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat,

Mereka marah-marah meminta acara diskusi yang membahas Munaslub Golkar itu tidak digelar. Massa berpakaian bebas itu ribut dengan panitia, sementara seorang wartawan yang ketahuan merekam dipukul, dan seorang lain dilempar handphonenya.

Suasana di dalam restoran seketika tegang. Salah seorang massa itu bahkan melempar kursi. Wartawan pun dipindahkan ke tempat lain di dekat situ.

Di tengah keributan, puluhan polisi tiba ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dipimpin Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Patar Bona. Dia langsung bicara dengan massa.

Polisi bubarkan massa yang merusuh di diskusi Golkar. Foto: Haya Syahira/kumparan

“Saya mendapat laporan bahwa di sini ada terjadi cekcok. Jadi saya mau pastikan di wilayah saya, khususnya di Polsek Metro Tanah Abang, tidak boleh ada keributan. Jelas sampai sini!,” kata Kompol Patar Bona di depan massa, Rabu (26/7).

"Siap!" jawab mereka.

"Setelah ini saya juga akan minta yang di dalam untuk bubar," imbuh Kompol Patar.

Setelah itu, acara diskusi akhirnya dilanjutkan dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian di lokasi yang sama.

Diskusi 'Selamatkan Partai Golkar' di Pulau Dua Senayan. Foto: Haya Syahira/kumparan

“Kami tidak ada tendensi apa pun dari kedua kelompok kami, kami hanya memastikan di wilayah hukum Polda Metro Jaya tidak keributan,” imbuh Patar.

Inisiator GNPG, Almanzo Bonara, meminta maaf kepada wartawan atas peristiwa yang tiba-tiba terjadi.

"Dari panitia penyelenggara kami minta maaf kepada teman-teman media dan kami akan tetap melakukan komunikasi dan bertanggung jawab bila mana ada teman-teman media yang mendapat korban fisik maupun korban materiil, kami akan siap untuk bertanggung jawab," ucap Almanzo.