Polisi Buru Pelaku yang Bacok Pemuda di Danurejan, DIY, saat Malam Tahun Baru

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Seorang pemuda asal Danurejan, Kota Yogyakarta bernama Hanung Aryo Damar (19) menjadi korban kejahatan jalanan atau kerap disebut warga Yogya sebagai klitih pada Sabtu (1/1) dini hari. Dia mengalami peristiwa nahas itu usai pulang camping dari Pantai Parangtritis.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan ini.

Namun polisi belum mengkategorikan hal ini sebagai klitih. Sebab ada dugaan terjadi keributan sebelum pembacokan terjadi.

"Sama-sama rombongan terus serempetan, terus ribut dilempar batu. Jadi bukan klitih. Kelahi saja tapi lokasinya di jalan," kata Purwadi saat dikonfirmasi, Minggu (2/1).

Purwadi memastikan polisi akan menindaklanjuti kasus ini. Jajarannya terus melakukan penyelidikan.

kumparan post embed

Penjelasan dari Keluarga Korban

Teno Aryo Damar, kakak korban, menjelaskan kronologis peristiwa itu bermula saat adiknya berdelapan orang mengendarai 4 sepeda motor hendak menuju ke rumah sepulang dari Parangtritis.

Lantaran saat itu malam pergantian tahun, korban dan rekan-rekannya memutuskan mencari jalan yang sepi untuk menghindari keramaian.

Namun saat sampai di depan Hotel Jambuluwuk, Yogyakarta yang tak jauh dari rumahnya, korban dan rombongan dimaki oleh gerombolan lain.

"Adik saya dari arah selatan, ke utara kan sudah dekat rumah. Lalu papasan dengan rombongan lain, tiba-tiba dipisuhi (dimaki)," ujar kata Teno saat ditemui wartawan.

Korban dan rombongan merasa heran kenapa mendapat makian padahal tidak memiliki salah apa pun. Korban lantas mencoba bertanya pada rombongan tersebut apa yang salah sehingga dia dan temannya dimaki-maki.

Ilustrasi pembacokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Namun, bukannya mendapat jawaban yang baik, korban justru diacungi celurit oleh rombongan tersebut. Saat itu diketahui rombongan tersebut berjumlah 7 orang dengan mengendarai 3 sepeda motor.

"Ngacungke clurit panjang," katanya.

Melihat clurit diacungkan, korban dan rekan-rekannya lantas mencoba melarikan diri. Akan tetapi korban Hanung dan satu rekannya dilempar botol saat kabur mengendarai sepeda motor. Botol tersebut lantas mengenai punggung Hanung.

"Kaget teman-teman bilang klitih-klitih, kabur ke utara," katanya.

Setelah dilempar botol, Hanung terhuyung. Saat itulah Hanung disabet pelaku menggunakan clurit. Punggung Hanung pun robek sepanjang 10 centimeter.

"Disabet pakai clurit yang panjang bukan yang lengkung. Kena sini (punggung)," jelasnya.

Selain itu, tangan Hanung juga tergores karena sempat menangkis senjata tajam tersebut. Luka di punggung itu baru terasa setelah rombongan pelaku pergi.

Ilustrasi Pembacokan Foto: Andina Dwi Utari/kumparan

Hanung kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Lempuyanganwangi oleh rekannya dengan berbonceng tiga. Karena penuh, mereka kemudian ke Bethesda pusat Mereka melintas melalui perempatan Gayam.

Tak disangka mereka berpapasan dengan rombongan pelaku tadi. Dan ternyata salah satu dari rombongan pelaku mengenal teman Hanung dan sempat memanggil namanya. Namun tidak diketahui identitas orang yang memanggil.

"Salah satu dari pelaku itu ada yang manggil teman adik saya, namanya kan Zaki," ujarnya.

Di rumah sakit, Zaki kemudian dihubungi rekannya. Dia diinformasikan bahwa salah satu temannya berpapasan dengan Zaki Teno dan teman-teman korban kemudian menemui orang yang berpapasan dengan Zaki, dan orang tersebut mengakui turut dalam rombongan pelaku dan bertindak sebagai joki atau pengendara motor.

Selanjutnya, Teno mencari para terduga rombongan pelaku ini di alamat masing-masing tetapi mereka tidak ada di tempat.

Kini Hanung masih berada di rumah sakit untuk perawatan. Keluarga korban berharap kasus ini diusut pihak berwajib.