Polisi Cari Seorang WNI yang Bantu Buat KTP-Akta Kelahiran Palsu Chaowalit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers penangkapan buronan Thailand, Chaowalit Thongduang di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers penangkapan buronan Thailand, Chaowalit Thongduang di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Polri mencari seorang WNI berinisial FS yang diduga membantu buronan kelas kakap Thailand, Chaowalit Thongduang, dalam membuat dokumen dan identitas palsu atas nama Sulaiman di Indonesia.

"Sampai di Indonesia ada WNI inisial FS yang sebelumnya sudah dikenalkan saksi di Thailand untuk membantu buronan membuat identitas palsu sebagai WNI atas nama Sulaiman," kata Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, di Mabes Polri pada Minggu (2/6).

Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada (kanan) bersama Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu (2/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Wahyu menambahkan dokumen palsu yang dibuat oleh FS yakni KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran. Dalam dokumen palsu yang dibuat oleh FS, Chaowalit disebut merupakan penduduk Aceh Timur.

"Pelaku ini masih dalam pencarian," ucap dia.

Seorang polisi berada di dekat layar yang menampilkan gambar buronan Interpol Thailand Chaowalit Thongduang saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu (2/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sebelumnya diberitakan, Chaowalit masuk ke Indonesia pada 8 Desember 2023 melalui jalur perairan Thailand menggunakan speed boat dan menempuh perjalanan sekitar 17 jam.

Selama berada di Indonesia, Chaowalit sempat mengunjungi Kota Medan dan tinggal di sejumlah hotel serta apartemen. Chaowalit lalu berlibur ke Bali sampai akhirnya ditangkap di Bali pada Kamis (30/5).