Polisi Cek CCTV di Lokasi Repan Warga Baduy Dibegal di Cempaka Putih
·waktu baca 2 menit

Seorang warga Baduy Dalam, Repan, dibegal saat berjualan madu di Cempaka Putih, Jakarta, pada Minggu (26/10) malam. Pembegalan itu sudah dilaporkan ke polisi dan sedang dilakukan penyelidikan.
Kanitreskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Mulyadi, mengatakan polisi sudah memintai keterangan dari korban atas kejadian yang menimpanya. Selain itu, polisi juga sudah mengecek beberapa CCTV yang ada di lokasi kejadian.
"Saksi korban, kita telusuri CCTV di sepanjang jalan. Masih proses lidik (penyelidikan)," kata dia kepada wartawan pada Selasa (4/11).
Mulyadi menjelaskan, aksi pembegalan terjadi pada Minggu (26/10). Sedangkan korban baru melaporkan kasus yang dialaminya pada Minggu (2/11).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi begal terjadi ketika Repan sedang berjualan madu.
Malam itu, Repan didatangi oleh sekitar empat pelaku yang memakai dua motor dan langsung merampas ponsel serta uang tunai miliknya. Uang hasil jual madu pun raib.
"Iya (uang Rp 3 juta) sama handphone dan madu," jelas Mulyadi.
Korban sempat berupaya melawan. Namun, akhirnya korban terluka pada bagian tangannya akibat terkena sabetan senjata tajam jenis celurit. Hingga kini, belum diketahui identitas dari para pelaku.
"Dia kan melawan, karena pelaku bawa celurit disabet lah ditangkis kena tangannya," ujar dia.
Sempat Ditolak RS
Repan yang mengalami luka bacok di lengan kiri sempat mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun Repan ditolak karena tidak memiliki KTP.
"Nu ngabacok mah kabur. Seketika geus dibacok, eta korban ngadatangan rumah sakit, ngan teu ditangani soalnya pas ditanya KTP, eta teu boga, ja orang Baduy Jero (Yang membacok sudah kabur. Setelah dibacok, korban ke rumah sakit tapi tidak ditangani karena tidak punya KTP, kan orang Baduy Dalam),” ujar Kepala Desa Kanekes, Oom.
