Polisi Cek Sekolah Penerbangan soal Siswi Meninggal di Asrama, Bakal Ekshumasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ade Nurul Fadilah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ade Nurul Fadilah. Foto: Dok. Istimewa

Polda Sumut sudah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) asrama Sumatera Flight di Kota Medan terkait tewasnya Ade Nurul Fadilah (19 tahun).

Ade sebelumnya disebut-sebut meninggal akibat penganiayaan.

“Tim sudah berangkat menuju sekolah korban, ke RS USU. Hasilnya akan kami gelar,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Bayu Putra Samara, pada Rabu (30/10).

Bayu menuturkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Tk II Medan untuk pelaksanaan ekshumasi.

Namun, untuk jadwalnya, kata Bayu, akan dikomunikasikan terlebih dahulu ke pihak keluarga Ade.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pelapor yang merupakan pengacara keluarga. Kita juga sudah koordinasi dengan RS Bhayangkara terkait ekshumasi. Untuk pelaksanaannya akan koordinasi dengan keluarga (saat pemanggilan),” sambungnya.

Ekshumasi ini sebelumnya merupakan permintaan keluarga Ade. Sebab, mereka mencurigai kematian Ade yang mendadak.

Kata keluarga Ade, Ade tak punya riwayat sakit. Selain itu, mereka menemukan sejumlah lebam di jasad Ade yang diduga akibat kekerasan.

Ade sebelumnya meninggal pada Selasa (1/10). Ia dikabarkan sakit oleh pihak sekolah dan dibawa ke RS USU.

Sekitar 15 menit dikabarkan masuk RS, Ade dinyatakan sudah meninggal dunia.