Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Dokumen Terkait Vaksinasi Crazy Rich Helena Lim

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Helena Lim. Foto: Youtube/Helena Lim
zoom-in-whitePerbesar
Helena Lim. Foto: Youtube/Helena Lim

Polres Metro Jakarta Barat akan meminta klarifikasi soal video yang viral terkait vaksinasi Crazy Rich Pantai Indah Kapuk (PIK), Helena Lim. Helena sebelumnya diketahui mendapat vaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya mengatakan, pihaknya akan mempelajari dugaan adanya pemalsuan dokumen sehingga Helena bisa mendapat vaksin. Padahal dia bukan tenaga kesehatan, tapi pemilik Apotek Bumi. Saat vaksinasi, dia juga membawa surat keterangan bahwa dia merupakan tenaga penunjang di apotek.

“Ya kita lagi pelajari ada tidaknya tindak pidana terkait dengan proses, sehingga seseorang yang diduga bukan tenaga kesehatan mendapatkan vaksin,” kata Arsya kepada wartawan, Rabu (10/2).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi. Foto: Dok. Istimewa

Arsya mengatakan pihaknya menduga Helena Lim bukan tenaga kesehatan. Sehingga hal ini bertentangan pada proses vaksinasi tahap pertama yang seharusnya memprioritaskan tenaga kesehatan.

“Saat ini kita duga demikian. Makanya mau kita pastikan mau kita klarifikasi ya,” kata dia.

kumparan post embed

Crazy Rich Pantai Indah Kapuk (PIK), Helena Lim, menghebohkan publik karena video dia mendapat vaksinasi corona di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat,viral di media sosial.

Video vaksinasi itu mendapat kritik dari netizen karena program vaksinasi tahap pertama seharusnya diberikan untuk tenaga kesehatan.

kumparan post embed