Polisi Dalami Motif Pria Tendang Perempuan di Mal Senayan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pria berinisial R (44), penendang perempuan di mal Senayan City diamankan polisi di Penjaringan, September 2026. Foto: Dok Polda Metro Jaya
zoom-in-whitePerbesar
Pria berinisial R (44), penendang perempuan di mal Senayan City diamankan polisi di Penjaringan, September 2026. Foto: Dok Polda Metro Jaya

Polisi masih mendalami motif pria berinisial RS (44) yang diduga menendang seorang perempuan di area food court Mal Senayan City, Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan awal, RS disebut tidak sedang terpengaruh minuman beralkohol saat kejadian.

“Motif masih didalami karena baru diamankan subuh dini hari. Terkait tentang alkohol dinyatakan tidak terpengaruh dalam kondisi alkohol. Yang bersangkutan dalam kondisi tidak mengonsumsi minuman keras,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (18/9).

Budi mengatakan, polisi masih memeriksa RS untuk mengetahui penyebab pria tersebut menendang korban. Penyidik juga telah meminta keterangan dari korban

“Yang pasti adalah pihak manajemen karena terkait tentang mengamankan CCTV, termasuk ada saksi yang berada di TKP, yaitu ada kerabat tadi kami sampaikan, keluarga dari terduga pelaku, dan satu saksi korban,” kata Budi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro, Jumat (18/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Menurut Budi, korban dan RS tidak saling mengenal. Korban disebut mengalami syok dan trauma setelah tiba-tiba ditendang dari belakang saat hendak mengantre makanan.

“kondisi psikologis dari korban yang syok pada saat yang bersangkutan tidak mengenal terduga pelaku, merasa pada saat ingin antre terhadap booth makanan tiba-tiba ditendang dari belakang dan tersungkur. Ini kan harus menjaga kondisi itu juga,” jelas Budi

RS karyawan Swasta, Bukan Kader Partai

Budi menyebut, terduga pelaku merupakan karyawan swasta dan tidak memiliki afiliasi dengan partai politik maupun organisasi tertentu.

“Yang bersangkutan tetap swasta, tidak ada terafiliasi dengan partai, tidak terafiliasi dengan organisasi lain. Sebagai sosok pribadi seorang swasta,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan RS diamankan polisi di rumahnya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, sekitar pukul 03.55 WIB, Jumat (18/9). Penangkapan dilakukan setelah polisi menganalisis rekaman CCTV dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.