Polisi dan Massa Sempat Saling Dorong Saat Demo Hari Tani di Patung Kuda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa dan polisi saling dorong barikade saat demo buruh Hari Tani di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa dan polisi saling dorong barikade saat demo buruh Hari Tani di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Aksi peringatan Hari Tani Nasional di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/9), sempat diwarnai kericuhan walau tak berlangsung lama.

Massa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa terlibat saling dorong dengan polisi di barikade besi yang dipasang di lokasi.

Massa dan polisi saling dorong barikade saat demo buruh Hari Tani di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Awalnya, massa mendorong barikade dan juga mencoret tulisan polisi yang tertera di besi tersebut. Polisi pun turut mendorong barikade sehingga besi akhirnya terlepas dan dibawa oleh massa.

Selain itu, caping yang digunakan oleh massa juga sempat dilemparkan ke arah polisi.

Massa dan polisi saling dorong barikade saat demo buruh Hari Tani di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sebelumnya, aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional digelar sejumlah organisasi buruh, tani, dan mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Sebagian massa aksi terlihat mengenakan caping dan membawa hasil panen. Mereka menuntut pemerintah membubarkan monopoli tanah serta mencabut Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami bersama dengan kawan-kawan dari AGRA, Aliansi Gerakan Reforma Agraria dan berbagai organisasi masyarakat lainnya, memperingati Hari Tani Nasional. Bagi GSBI khususnya mempunyai kepentingan dan memberikan satu pesan terhadap pemerintah, di mana lahirnya industri sejak era Orde Baru sampai dengan sekarang telah mengalami deindustrialisasi yang pesat,” kata Bagus Santoso, massa dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI).