Polisi dan Sipil Papua Nugini Demo, Kantor Perdana Menteri Diserbu
·waktu baca 2 menit

Kerusuhan menerjang Ibu Kota Papua Nugini, Port Moresby, menyusul pemotongan gaji berkepenjangan bagi ASN di bidang pertahanan dan polisi. Amarah bergejolak, usai mereka menyadari gaji yang diberikan pemerintah ternyata dipotong tanpa alasan jelas.
Dikutip dari AFP, para demonstran yang terdiri dari ASN, polisi, dan warga sipil semula mengadakan aksi protes damai pada Rabu (10/1) pagi usai mengetahui nominal gaji mereka berkurang.
Namun, menjelang siang aksi demo kemudian meluas hingga penjuru Port Moresby dan berubah menjadi anarkis. Video-video yang tersebar di media sosial menunjukkan, kerumunan massa menjarah toko-toko yang ada di jalanan sementara polisi berjaga di sekitarnya.
Tak hanya itu, segerombolan massa berupaya menghancurkan rantai yang terpasang di gerbang kompleks kantor perdana menteri supaya bisa menyerbu masuk ke dalam.
Mereka juga dilaporkan mencoba membakar sebuah pos penjagaan di kompleks kantor perdana menteri — tapi gagal. Akhirnya, mereka pun membakar sebuah mobil milik polisi yang terparkir di luar kompleks.
Menurut laporan wartawan AFP di lokasi kejadian, aksi demonstrasi diinisiasikan oleh aparat keamanan itu sendiri. Namun, tidak jelas apakah mereka juga bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Papua Nugini, Peter Tsiamalili, pun sempat menjelaskan kepada rakyat bahwa pemotongan gaji tersebut adalah sebuah 'kesalahan yang tidak disengaja', tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
"Saya ingin mengapresiasi Anda semua hari ini. Saya hanya ingin kembali meyakinkan semua polisi dan wanita kita bahwa saya di sini untuk memastikan bahwa kesejahteraan Anda diperhatikan," ujar Tsiamalili seraya berjanji akan memulihkan keadaan segera.
