Polisi Door To Door di Lumajang, Temukan Keluarga Punya 3 Motor Bodong

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi mengecek kendaraan bodong milik satu keluarga di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang
zoom-in-whitePerbesar
Polisi mengecek kendaraan bodong milik satu keluarga di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang

Pencurian kendaraan bermotor tak bisa disetop dengan hanya penindakan ke pelaku. Cara pencegahan dilakukan, seperti yang dilakukan Polres Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban pagi ini bersama Tim Cobra, Senin (15/7) menyambangi Desa Sumberwaringin. Arsal melakukan kampanye door to door memeriksa kelengkapan motor di tiap rumah.

Hasilnya cukup mengejutkan, di sebuah rumah yang terbilang mentereng di kampung itu, dengan bangunan permanen dan halaman luas, ternyata memiliki tiga motor bodong. Motor itu dipakai, kakak, adik, dan sang bibi.

"Motor yang berada di rumah tersebut dan semuanya ternyata adalah motor bodong. Selain tak bisa menunjukkan STNK dan BPKB, nomor rangka dan nomor mesin dari motor tersebut telah dirusak. Ketiga motor tersebut adalah Honda Beat Putih, Yamaha Vega yang telah diubah menjadi trail, serta Yamaha Vega R warna hitam-biru," beber Arsal.

Pemilik motor sempat berkelit, tetapi setelah dicek kelengkapan dan juga fisik luar kunci kontak motor yang telah rusak, akhirnya diakui motor itu bodong.

Polisi mengecek kendaraan bodong milik satu keluarga di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang

Tak sampai di situ, saat pelat nomor kendaraan tersebut ditelusuri, ternyata pelat nomor kendaraan yang dipakai merupakan identitas kendaraan dari wilayah Pasuruan.

"Jangan sampai tergiur dengan harga murah motor bodong, karena di balik motor bodong yang Anda miliki, sebenarnya ada pemiliknya yang sah. Proses mendapatkan motor tersebut sebelum sampai ke tangan kalian, mungkin dari hasil Begal. Dalam prosesnya mungkin ada yang terluka, ada yang trauma atau bahkan ada yang meninggal dunia karena di Begal. Jadi kita harus memikirkan nasib mereka juga," pesan Arsal ke pemilik motor bodong.

Motor Disembunyikan di Kebun Kopi

Selain itu juga, ada yang menarik dalam razia kali ini, di mana Tim Cobra menemukan empat motor yang disembunyikan di kebun kopi dan ditutupi ranting dan daun-daunan. Keempat kendaraan tersebut adalah 2 motor Honda Supra Xx 125cc, 1 Honda Vario warna putih serta 1 kendaraan pengangkut beroda 3 bermerk Tosa.

Polisi usai mengecek kendaraan bodong milik satu keluarga di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang

Hasil pengecekan Tim Cobra, ternyata nomor rangka maupun nomor mesin dari kendaraan tersebut telah digosok sehingga tak bisa dibaca oleh petugas. Diperkirakan, kendaraan tersebut memang berusaha disembunyikan oleh pemiliknya setelah mengetahui Tim Cobra akan merazia wilayahnya.

“Kuat dugaan motor-motor ini adalah hasil kejahatan, karena setelah dicek ternyata nomor rangka serta nomor mesinnya telah dirusak. Untuk itu operasi motor bodong door to door akan saya lanjutkan terus. Saya ingin memutus mata rantai begal dan curanmor. Secara ekonomi, semakin tinggi permintaan maka suplainya akan meningkat,” ungkap Arsal.

Polisi mengecek kendaraan bodong milik satu keluarga di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang