Polisi Duga Anton Tak Sengaja Ledakkan Bom di Rusunawa Wonocolo

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Ledakan yang menewaskan tiga orang terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Polisi menduga bom yang dibuat penghuni rumah susun itu, Anton Ferdiantono, meledak secara tidak sengaja.

Dugaan itu dilontarkan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung karena melihat tempat terjadi ledakan. "Kalau meledak di rumah berarti ada unsur ketidaksengajaan dan itu meledak sendiri sehingga menyebabkan ibu (istri Anton) dan anak perempuan meninggal dunia di TKP," kata Frans di lokasi kejadian, Senin (14/5).

Akibat ledakan bom yang dirakit Anton, istrinya--Puspita Sari-- dan anaknya--Rita Aulia Rahman-- tewas seketika. Selain itu, dua anak Anton lainnnya mengalami luka. Saat ini mereka dalam perawatan di Rumah Sakit Khadijah, Sidoarjo.

Anton, penghuni rusunawa TKP bom Sidoarjo. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Anton, penghuni rusunawa TKP bom Sidoarjo. (Foto: Dok. Istimewa)

Frans belum mengetahui target sebenarnya bom yang dibuat Anton. Dia hanya menyebutkan, polisi menemukan tiga bom yang masih aktif dan beberapa bahan pembuat bom di rumah penjual kue keliling itu.

Anton sendiri tewas setelah ditembak polisi. Saat polisi memeriksa sumber ledakan, Anton tampak masih memegang alat pemicu di tangannya.