Polisi Duga Motif Penganiayaan Santri hingga Tewas di Gontor karena Salah Paham
·waktu baca 2 menit

Kasus tewasnya AM (17), santri di Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur, masih terus diselidiki Polres Ponorogo. Polisi menduga motif penganiayaan hingga menyebabkan AM tewas karena salah paham.
"Kalau untuk motif saya rasa yang pasti ada pemicunya kesalahpahaman, yang pasti nanti akan kita dalami lagi karena butuh waktu kita proses," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo kepada kumparan, Senin (5/9).
Sejauh ini polisi sudah memeriksa 7 saksi yakni 2 santri berinisial RM dan N. Lalu 2 dokter, 2 ustaz dan 1 staf pengajar dari pesantren. Untuk pelaku, Catur menyebut diduga berasal dari santri dan juga senior pelaku di pesantren. Namun hingga saat ini polisi belum menentukan tersangka karena masih dalam proses penyelidikan.
"Kepastiannya akan kita sampaikan nanti," ucap Catur.
Kabar tewasnya AM viral di media sosial setelah ibunya yang bernama Soimah sembari menangis mengadu ke pengacara Hotman Paris. Dia menyampaikan anaknya diduga meninggal karena dianiaya.
Dilansir Urban ID (partner 1001 media kumparan), Soimah menjelaskan pada 22 Agustus 2022 lalu, pukul 06.45 WIB anaknya bernama AM (17) meninggal dunia. Namun dia baru mendapatkan kabar 3 jam setelahnya, tepatnya pada pukul 10.00 WIB.
Soimah menduga putranya itu tewas karena dianiaya. Dia menjelaskan alasan belum berani melaporkan ke polisi karena kasus ini bersangkutan dengan lembaga besar.
"Meninggalnya karena dianiaya, saya belum berani melapor karena urusannya kan dengan lembaga besar, jadi saya mohon bapak bantu kami," kata dia.
Soimah juga menyebut ada kejanggalan pada jenazah anaknya yakni saat dimakamkan ada darah yang keluar dari kain kafannya sehingga kafan harus diganti sebanyak dua kali. "Sudah dimakamkan tapi ada kejanggalan pada kematian anak saya," kata dia.
Terkait kasus ini, Ponpes Gontor menyampaikan permintaan maaf dan menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya salah satu santrinya. Mereka berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Kami keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dengan ini memohon maaf sekaligus berbelasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya almarhum AM, khususnya kepada orang tua dan keluarga almarhum di Sumatera Selatan," kata juru bicara Ponpes Gontor Ustaz Noor Syahid dalam pernyataan tertulis.
