Polisi Duga Pembunuh di Pondok Labu Punya Dendam dengan Korban

Pensiunan TNI AL tewas di dalam rumahnya di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (5/4) malam. Korban bernama Hunaedi (83) tewas dengan luka tusuk di dada dan lengan, diduga akibat senjata tajam
Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah TKP di rumah Hunaedi. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, salah satunya korban mengalami dua kali luka tusuk di dada.
Kapolres Metro Jaksel Kombes Indra Jafar menduga, pelaku punya dendam dengan korban lantaran terdapat dua tusuk pada dada korban.
“Ada keanehan melihat kondisi seperti itu. Sepertinya parah. Ditusuk seperti itu, seolah ada dendam. Tusukannya dua kali di dada,” kata Indra kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (8/4).
Indra menambahkan, sejauh ini penyidik menduga pelaku beraksi hanya seorang diri. Namun, ia tidak membantah adanya pelaku lain yang ikut terlibat. “Nanti kita lihat perkembangan. Insyaallah,” imbuh Indra. Polisi hingga saat ini, diungkapkan Indra, masih terus mencari tahu motif pembunuh pensiunan TNI AL tersebut.
Aksi keji itu terjadi sekitar 18.30 WIB. Sopiah yang tinggal berdua di rumah bersama korban, mengatakan dia dan suaminya sedang membaca Al-Quran saat tiba-tiba ada orang mengetuk pintu dan tiba-tiba menyerang suaminya saat pintu dibuka.
Dia sempat melihat kepala suaminya dibenturkan ke tembok oleh pelaku. Sopiah yang panik langsung keluar lewat pintu samping rumah menuju jalan depan rumahnya, untuk meminta pertolongan warga.
Berdasarkan cerita yang dituturkan Sopiah kepada anak-anaknya, pelaku memiliki ciri-ciri fisik gendut dan pendek. Saat beraksi, pelaku tak mengenakan penutup muka.
