Polisi Duga Pembunuh PNS Bappeda Semarang Orang Terlatih: Dia Paham Lokasi
·waktu baca 2 menit

Polisi masih mengusut kasus pembunuhan terhadap PNS Bapenda Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo.
Mereka menduga pelaku merupakan sosok terlatih karena memahami lokasi pembuangan mayat di kawasan Marina, Semarang.
"Diduga yang [pelaku] bersangkutan, pertama, sudah mengetahui situasi di sekitar Marina tersebut karena memang di situ hanya ada beberapa lokasi pintu masuk, dijaga oleh portal, kemudian di sana juga ada blank spot," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy kepada wartawan, Senin (10/10).
Iqbal mengatakan, dibuangnya jasad Iwan Boedi di lahan kosong kawasan Marina itu menunjukkan kepiawaian pelaku. Sebab lokasi itu jarang dijamah orang.
"Kalau dilihat dari korban dan lokasi yang dia pilih pasti yang bersangkutan sudah tahu lokasi itu. Artinya yang bersangkutan cukup terlatih, cukup mengetahui lokasi, kemudian juga cukup terlatih," kata Iqbal.
Lie Detector
Sejauh ini polisi sudah memeriksa 25 saksi dalam kasus itu. Termasuk penggunaan alat deteksi kebohongan pada saksi berinisial AG.
"Polrestabes berkoordinasi dengan labfor sudah melaksanakan test lie detector terhadap saksi atas nama AG. Test lie detector juga akan dilakukan kepada Saksi yang lain," jelas Iqbal.
Ia menjelaskan, kasus pembunuhan sadis itu akan terus didalami hingga terang. Polisi juga akan melakukan gelar perkara.
"Masih pendalaman, sampai saat ini diperiksa 25 saksi, nanti digelar dulu," kata Iqbal.
Iwan Boedi ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar bersama motor dinasnya di lahan kosong kawasan Marina pada 8 September 2022.
Pada tanggal 24 Agustus 2022, ia dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Padahal harusnya ia diperiksa menjadi saksi kasus korupsi pada 25 Agustus 2022. Meski tak lagi utuh, jenazah Iwan akhirnya dimakamkan.
