News
·
9 Mei 2019 11:55

Polisi Duga Penemuan Bom di Konter Ponsel Terkait JAD Lampung-Bekasi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi Duga Penemuan Bom di Konter Ponsel Terkait JAD Lampung-Bekasi (12934)
Petugas kepolisian membawa keluar sebuah kardus dari Wanky Cell. Foto: Andeas Ricky Febrian/kumparan
Polisi menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan dua bom pipa di gerai ponsel Wanky Cell, Bekasi. Saat penggeledahan, polisi membawa lima kardus dan sebuah koper yang diduga berisi alat-alat untuk meracik bom.
ADVERTISEMENT
Polisi menduga penemuan bom ini masih terafiliasi dengan jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang belum lama ini ditangkap. “Jadi ada kaitannya dengan dia sebagai JAD Lampung dan JAD Bekasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Wanky Cell, Kamis (9/5).
Polisi Duga Penemuan Bom di Konter Ponsel Terkait JAD Lampung-Bekasi (12935)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) di lokasi penemuan bom di Wanky Cell, Bekasi. Foto: Reki Febrian/kumparan
Beberapa hari sebelumnya di Bekasi, tepatnya di Jatiasih, polisi menangkap Ilham alias Samuel dan Taripudin. Ilham berperan sebagai membuat bahan peledak jenis TATP bersama Taripudin. Saat itu, Ilham ditangkap lebih dulu, lalu berselang setengah jam, polisi menangkap Taripudin.
Polisi Duga Penemuan Bom di Konter Ponsel Terkait JAD Lampung-Bekasi (12936)
Olah TKP penemuan mom di Wanky Cell, Bekasi. Foto: Reki Febrian/kumparan
Namun, Taripudin tewas lantaran hendak melempar bom saat polisi berupaya menangkapnya. Polisi melumpuhkan Taripudin dan membuat bom tersebut meledak hingga membunuh dirinya.
Polisi Duga Penemuan Bom di Konter Ponsel Terkait JAD Lampung-Bekasi (12937)
Petugas kepolisian membawa sebuah koper usai olah TKP di Wanky Cell, Bekasi. Foto: Andeas Ricky Febrian/kumparan
Sementara tersangka berikutnya di Wanky Cell, Rafli, adalah pimpinan dari jaringan Lampung-Bekasi. “Dua orang tersangka dan sekarang tambah lagi, dan tersangka sendiri dia adalah kepala, artinya dia yang mengkoordinir dari yang telah kita lakukan penangkapan,” ucap Argo.
ADVERTISEMENT
Saat ini, polisi masih mendalami status Rafli di gerai tersebut.“Itu masih dikembangkan,” pungkas Argo.