Polisi Duga PRT Lompat dari Kos di Benhil karena Tak Betah lalu Mau Kabur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi TKP. Foto: Fatah Afrial/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TKP. Foto: Fatah Afrial/kumparan

Polisi menduga, dua pekerja rumah tangga (PRT), R (30) dan D (18), lompat dari lantai 4 kamar kosnya di Bendungan Hilir karena tak betah, lalu ingin kabur.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra, menyebut kesimpulan itu diambil dari informasi awal pendalaman sementara.

“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby kepada wartawan, Kamis (23/4).

Dalam kejadian itu, dua korban berinisial R dan D melompat secara bersamaan. D meninggal dunia, sementara R mengalami patah tangan.

Meski begitu, Roby menegaskan bahwa motif tersebut belum bisa dipastikan karena proses penyelidikan masih berjalan.

“Betul. Ya enggak tahu benar apa enggak, informasi awalnya sih begitu. Makanya masih diperiksa. Nanti kalau sudah ada hasil pemeriksaan baru saya bisa ngomong,” jelasnya.

Ia juga menyebut, keterangan sementara diperoleh dari saksi lain, termasuk sesama PRT, lantaran korban yang selamat belum dapat dimintai keterangan secara maksimal.

“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya,” ucapnya.

Namun, terkait dugaan perlakuan majikan, polisi belum bisa menyimpulkan lebih jauh.

“Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” kata Roby.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan memeriksa pemilik kos atau majikan korban.

Peristiwa ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kronologi dan motif pasti di balik aksi nekat kedua PRT tersebut.