News
·
17 November 2020 19:45

Polisi: Eks Kacab Maybank Cipulir Buka Asuransi atas Nama Ayah Winda Earl Rp 6 M

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi: Eks Kacab Maybank Cipulir Buka Asuransi atas Nama Ayah Winda Earl Rp 6 M (102297)
searchPerbesar
Ilustrasi Maybank. Foto: Shutter Stock
Kasus raibnya saldo rekening Rp 22 miliar milik atlet e-Sport, Winda Earl, di Maybank perlahan mulai terkuak. Salah satunya terkait pembukaan polis asuransi di Prudential atas nama ayah Winda Earl, Herman, senilai Rp 6 miliar.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Senin (16/11) kemarin, mantan Kepala Cabang Maybank Cipulir, Albert, yang telah berstatus tersangka, mengakui dana pembukaan polis tersebut diambil dari rekening Winda.
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika, mengatakan pembukaan polis tersebut semata agar Albert mendapatkan keuntungan.
“Termasuk soal aliran ke Prudential sebesar Rp 6 miliar diakui oleh tersangka adalah benar. Terhadap pengajuan dilakukan dengan cara pemindahbukuan Winda ke rekening yang sudah ditandatangani oleh Winda sebelumnya,” kata Helmy dalam keterangannya, Selasa (17/11)
“Tujuannya adalah untuk mendapatkan performance (target cabang) untuk mendapat nama dan keuntungan pribadi,” sambung Helmy.
Polisi: Eks Kacab Maybank Cipulir Buka Asuransi atas Nama Ayah Winda Earl Rp 6 M (102298)
searchPerbesar
Atlet Esport Winda Earl. Foto: Instagram/@evos.earl
Helmy menuturkan, asuransi tersebut dibuat tersangka atas nama ayah Winda Earl tanpa sepengetahuan korban.
Tersangka juga diam-diam mencairkan Rp 4,8 miliar dari polis Prudetial yang kemudian dikirim ke rekening Herman, lagi-lagi tanpa sepengetahuan korban. Rekening Herman juga dikelola Albert secara diam-diam.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya uang tersebut dikirim dari rekening Herman ke rekening tersangka. Kemudian Albert mengirim uang itu ke temannya sebagai modal investasi. Bahkan tersangka juga memanfaatkan uang tersebut untuk membeli rumah.
“Uang asuransi Prudential dibuat atas nama Herman Lunardi dan dicairkan ke rekening Herman senilai Rp 4,8 miliar yang pengelolaan rekening adalah tersangka sendiri tanpa sepengetahuan korban,” ujar Helmy.