Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Vina di Cirebon, Warga Ramai-ramai Menonton

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat proses pra rekontruksi kasus pembunuhan Vina dan Eky yang dilakukan Polda Jabar dan Polres Cirebon Kota, Rabu (29/5/2024). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat proses pra rekontruksi kasus pembunuhan Vina dan Eky yang dilakukan Polda Jabar dan Polres Cirebon Kota, Rabu (29/5/2024). Foto: kumparan

Polda Jawa Barat (Jabar) dibantu Polresta Cirebon menggelar pra rekonstruksi kasus pembunuhan Vina dan Eky usai Pegi Setiawan alias Perong yang disebut sebagai otak pembunuhan ditangkap.

Pra rekonstruksi ini digelar pada Rabu (29/5) malam di dua lokasi: sekitar SMPN 11 Cirebon Jalan Perjuangan dan Flyover Talun atau yang sekarang dikenal 'Jembatan Vina'.

Pra rekonstruksi ini menarik perhatian warga sekitar. Mereka pun datang untuk menyaksikan langsung.

“Ya pengin tahu aja mas seperti apa kejadiannya dan tempatnya, kesini sama teman-teman bertiga,” ujar Oni (18) salah satu warga sekitar SMPN 11 Cirebon.

Kuasa Hukum Pegi Tak Tahu Ada Pra Rekonstruksi

Toni RM salah satu kuasa hukum Pegi Setiawan saat wawancara dengan media terkait pihaknya tidak diberitahu proses pra rekontruksi oleh Polda Jabar, Rabu (29/5/2024). Foto: kumparan

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum dari Pegi Setiawan, Toni RM, mengaku kecewa karena tidak diberi tahu terkait dilakukan pra rekonstruksi.

“Saya kecewa karena tidak diberi tahu oleh pihak kepolisian,” katanya.

“Kalaupun memang pra rekonstruksi juga namanya kuasa hukum itu punya hak ya, punya hak untuk komunikasi, melihat, proses bagaimana,” sambungnya.

Toni menyebut di dalam mobil polisi terdapat 7 orang. Namun, dia tak mengetahui apakah ada Pegi di dalam mobil tersebut. Sebab, 7 orang yang dimaksud Toni itu tidak dikeluarkan polisi saat pra rekonstruksi.

Untuk Rekonstruksi kasus ini rencananya akan dilakukan Polda Jabar dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada Jumat (31/5).