Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penembakan di Pasteur Bandung

Polrestabes Bandung mengelar rekonstruksi kasus penembakan di Pasteur, Kota Bandung. Rekonstruksi dimulai di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Sulanjana Kota Bandung. Ada lebih dari 10 adegan yang dipergakan oleh saksi.
Pantauan kumparan, adegan rekonstruksi dimulai pertama kali di dalam tempat hiburan malam. Setelah itu, adegan berpindah ke tempat parkir, lalu maju ke sebuah apotek yang tak jauh dari lokasi pertama.
Dalam adegan di tempat parkir, ada sekitar dua saksi yang memeragakan mereka terlibat cekcok. Pertikaian tersebut pindah ke sebuah apotek di samping lokasi hiburan malam.
Setelah itu, rekonstruksi bergeser ke lokasi penembakan, di perempatan Pasteur dekat gerbang tol.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo menyebutkan, rekonstruksi ini dilakukan penyidik guna melengkapi bahan penyelidikan. Sebab, hingga saat ini pelaku penembakan yang diduga berjumlah dua orang masih dalam pencarian.
“Sejauh ini sudah ada gambaran,” kata dia kepada wartawan di lokasi rekontruksi, Senin (3/8).

Pihaknya masih mendalami apakah pertikaian antara rombongan korban dengan sesama pengungjung ada keterkaitan dengan penembakan di gerbang tol Pasteur.
“Sebelum terjadi penembakan, teman korban ribut dengan satubirang. Tentu itu akan masuk ke dalam BAP,” katanya.
Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat dini hari (31/8). Pelaku yang diduga menggunakan sepeda motor tiba-tiba menembak kaca belakang mobil yang ditumpangi korban bersama empat temannya. Rombongan tersebut baru saja pulang dari tempat hiburan malam di Jalan Sulanjana dan menuju kediaman mereka di Purwakarta.
Penembakan tersebut mengenai leher H (23 tahun). Leher H terkena serpihan proyektil yg sebelumnya menembus kaca belakang mobil. Saat itu juga H langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah dilakukan tindakan medis, H didiagnosa mengalami kelumpuhan. Hal itu disebabkan, serpihan proyektil yang menembus leher korban mengenai salah saraf pusat.
Dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin menyebutkan, kedua kaki H mengalami lumpuh total, sedangkan tangannya belum berfungsi normal.
