Polisi Imbau Pengendara Pakai Jalur Alternatif Imbas Jalan Ambles Lenteng Agung
·waktu baca 3 menit

Polisi mengimbau masyarakat yang hendak menuju Depok untuk menggunakan jalur alternatif akibat jalan ambles di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Insiden ini menyebabkan penyempitan jalan dan kemacetan panjang.
Kanit Lantas Polsek Jagakarsa AKP Benny Muchtar mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi jalan ambles agar arus kendaraan tetap bergerak meski hanya menggunakan satu jalur.
“Jadi untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas tentu kita melakukan pengaturan penempatan anggota di tempat objek maupun sebelum objek jalan ambles,” kata Benny kepada wartawan di lokasi, Jumat (29/5).
Menurut Benny, polisi belum menerapkan rekayasa lalu lintas karena kendaraan masih dapat melintas meski arus tersendat.
“Sampai saat ini belum ada rekayasa karena masih mengalir walaupun satu jalur yang kita pakai. Karena belum, mungkin mudah-mudahan kita sudah perkuat dengan besi pelat ya, pelat baja sudah kita tempatkan karena kita upayakan supaya tetap mengalir. Kalau kita rekayasa nanti, kalau memang sudah ambles seluruhnya baru kita adakan rekayasa,” ujarnya.
Meski demikian, polisi meminta masyarakat yang hendak menuju Depok untuk menghindari Jalan Raya Lenteng Agung dan menggunakan sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan.
“Jadi untuk masyarakat pengguna jalan raya Lenteng Agung yang mengarah ke Depok, silakan untuk mencari jalur alternatif. Seperti yang dari arah Pasar Minggu, bisa melewati putaran di gardu. Itu bisa mengarah ke Jalan Juanda, Jalan Raya Pasar Lenteng Agung mengarah ke Antasari, Andara, Cinere, maupun mengarah Beji, Depok, itu bisa jalan terus,” kata Benny.
Ia juga mengimbau pengendara agar sementara waktu menghindari ruas Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok karena kondisi jalan hanya dapat dilalui satu lajur kendaraan.
“Silakan untuk para pengendara diimbau untuk menghindari Jalan Raya Lenteng Agung yang mengarah ke Depok ini, mengingat jalur hanya bisa dipakai satu jalur,” ujarnya.
Selain itu, Benny menyebut pengendara juga dapat menggunakan Jalan Raya Bogor sebagai jalur alternatif menuju Depok.
“Bisa, bisa. Melalui Jalan Raya Bogor juga bisa,” katanya.
Menurut Benny, kepadatan kendaraan mulai terjadi sejak jam sibuk pagi saat warga berangkat kerja.
“Kemacetan ya biasa jam-jam kantor ya, kita upaya-upaya sampai sekarang ya agak tersendat yang mengarah Depok demikian,” ujarnya.
Ia mengatakan antrean kendaraan saat ini mengular hingga kawasan sebelum Tapal Kuda Lenteng Agung arah Depok.
“Antrean di sebelum Tapal Kuda. Lenteng Agung mengarah ke Depok,” kata Benny.
Polisi berharap arus lalu lintas dapat segera kembali lancar setelah pemasangan pelat baja di lokasi jalan ambles selesai dilakukan.
“Mudah-mudahan secepatnya ya, karena ini kan sudah bisa kita tempatkan besi pelat, kuat sudah struktur jalannya mudah-mudahan kuat. Jadi mudah-mudahan ikut membantu lah untuk menyedot arus lalin yang mengarah ke Depok,” ujarnya.
Sebanyak 25 personel gabungan dari kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dikerahkan untuk membantu pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.
“Ya sekitar 25 gabungan sama Satpol PP, Dishub,” katanya.
Sementara terkait kemungkinan penerapan contraflow, Benny mengatakan langkah tersebut belum diperlukan karena arus kendaraan masih tetap bergerak meski tersendat.
“Belum seperti itu ya karena kita anggap masih mengalir arus. Masih mengalir, masih jalan walaupun ya memang agak antrean, agak tersendat karena memang dari tiga jalur ke satu jalur kan jadi agak tersendat,” ujarnya.
Ia memastikan polisi akan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, termasuk saat jam pulang kerja pada sore hari.
“Tetap kita tetap antisipasi makanya kita tetap siaga bantu,” kata Benny.
