Polisi Imbau Warga Hapus Video Zoya Dibakar

kumparanNEWSverified-green

clock
Sekitar makam Zoya ditutupi terpal. (Foto: Iqra Ardini/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sekitar makam Zoya ditutupi terpal. (Foto: Iqra Ardini/kumparan)

Kejadian pengeroyokan dan pembakaran Muhamad Azzahra alias Zoya alias MA karena dituduh mencuri amplifier Musala Al-Hidayah menjadi viral setelah video pembakaran tersebar luas di sosial media. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyayangkan kejadian tersebut direkam dan disebarluaskan di sosial media.

Kejadian itu, kata Setyo, tidak seharusnya diupload mempertimbangkan dari sisi kemanusiaan.

"Pertama, kita mengharapkan yang seperti itu enggak usah diupload lah. Karena kita membayangkan kalau itu salah satu saudara kita diperlakukan seperti itu kan kita enggak mau. Yang kedua, tentunya kita harus melihat ini dari sisi kemanusiaan. Ini manusia yang diperlakukan seperti itu," kata Setyo di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (9/8).

video youtube embed

Setyo juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menyebarluaskan video pembakaran dan menghapusnya jika sudah terlanjur menyimpannya di ponsel masing-masing.

"Kita sangat menyayangkan dengan adanya penayangan ataupun ini. Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mempunyai video-video itu mohon dihapus dan tidak menyebarluaskan," imbaunya kepada masyarakat.

Saat ini, tim siber Polri sedang bekerja mencari orang yang pertama kali mengupload video tersebut ke sosial media.

"Ya nanti kita akan teliti lagi. Kita bisa cari itu siapa yang mengupload pertama kali. Tim siber kita sedang bekerja," ujarnya.

video youtube embed

Zoya dikeroyok dan dibakar massa setelah kedapatan mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah. Pagi tadi, tim forensik Mabes Polri mendatangi TPU tempat Zoya dimakamkan untuk dilakukan autopsi. Proses autopsi kini sudah selesai dan hasilnya akan keluar beberapa hari lagi untuk mengetahui penyebab kematian Zoya.