Polisi Israel dan Warga Palestina Bentrok di Kompleks Masjid Al-Aqsa

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga berlari selama bentrokan dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.  Foto: Ammar Awad/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga berlari selama bentrokan dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Foto: Ammar Awad/REUTERS

Polisi Israel dan warga Palestina bentrok di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem Jumat (15/4) pagi waktu setempat.

"Tujuh orang yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk dirawat karena cedera tubuh bagian atas," kata seorang anggota Bulan Sabit Merah Palestina kepada AFP.

Saksi mata mengatakan, pasukan keamanan Israel menembaki demonstran dengan peluru karet, sementara pengunjuk rasa Palestina membalas dengan lemparan batu.

Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga umat Islam. Sementara orang-orang Yahudi menyebutnya sebagai Temple Mount, merujuk pada dua kuil yang dikatakan berdiri di sana pada zaman kuno.

Bentrokan di kawasan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Foto: Ammar Awad/REUTERS

Kompleks itu berada di jantung konflik Israel-Palestina, termasuk dalam Yerusalem timur yang dicaplok Israel.

Tahun lalu selama Ramadhan, bentrokan yang berkobar antara pasukan Israel dan warga Palestina, menyebabkan konflik selama 11 hari.

Sebelum Ramadhan tahun ini, Israel dan Yordania, yang berfungsi sebagai penjaga tempat-tempat suci di Yerusalem timur, meningkatkan pembicaraan dalam upaya untuk menghindari kekerasan serupa.

Bentrokan hari ini terjadi setelah tiga minggu kekerasan dan ketegangan yang membara.

Bentrokan di kawasan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Foto: Ammar Awad/REUTERS

Israel dikejutkan oleh serangkaian serangan yang beberapa dilakukan warga Arab Israel yang terkait atau diilhami kelompok Negara Islam, serangan lain dari warga Palestina dan serangan yang didukung kelompok-kelompok militan termasuk Hamas dan Jihad Islam.

Sebanyak 14 orang tewas dalam empat serangan sejak 22 Maret, termasuk penembakan di Bnei Brak, kota Yahudi Ortodoks di Tel Aviv, yang dilakukan oleh penyerang Palestina dari Jenin.

Menurut penghitungan AFP, sebanyak 21 warga Palestina tewas pada waktu itu, termasuk penyerang yang menargetkan warga Israel, menurut penghitungan AFP.