Polisi Israel Tangkap 320 Warga Yahudi yang Bandel Hadiri Festival Saat Pandemi

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu anak merayakan Festival Api Unggun saat liburan Yahudi Lag Ba-Omer di lingkungan Mea Shearim di Yerusalem. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu anak merayakan Festival Api Unggun saat liburan Yahudi Lag Ba-Omer di lingkungan Mea Shearim di Yerusalem. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun

Kepolisian Israel menangkap 320 warga Yahudi ortodoks yang membandel menggelar festival api unggun. Acara ini dianggap melanggar perintah tetap di rumah selama masa pandemi virus corona.

Diberitakan Reuters, Yahudi ortodoks ngeyel tetap melaksanakan festival bernama Lag Ba-Omer tersebut pada Selasa malam (12/5). Salah satu tempat berkumpul adalah makam orang suci Yahudi Shimon Bar Yochai di utara Israel.

Dalam acara ini yang biasanya menarik ribuan orang ini, mereka berkerumun mengelilingi api unggun, berdoa, bernyanyi, dan menari sepanjang malam.

Umat Yahudi merayakan Festival Api Unggun saat liburan Yahudi Lag Ba-Omer di lingkungan Mea Shearim di Yerusalem. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun

Polisi terlibat bentrok dengan warga Yahudi yang tetap menolak untuk bubar, memaksa masuk ke makam tersebut. Akhirnya, 320 orang ditangkap karena melawan dan melempari polisi.

Polisi mengatakan warga Yahudi tersebut melanggar larangan perintah keluar rumah di masa pandemi corona. Para Rabbi di Israel sebelumnya telah menyerukan umat Yahudi untuk diam di rumah, namun warga Yahudi ultra-ortodoks membandel.

Sejauh ini di Israel terdapat 16.529 penderita virus corona dengan 260 kematian.

Suasana Festival Api Unggun saat liburan Yahudi Lag Ba-Omer di lingkungan Mea Shearim di Yerusalem. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun