Polisi Israel Tewas Ditikam Remaja Palestina di Yerusalem
·waktu baca 2 menit

Seorang aparat keamanan Israel tewas usai ditikam oleh seorang remaja laki-laki Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, pada Senin (13/2).
Serangan terbaru ini semakin meningkatkan lonjakan kekerasan antara kedua pihak yang sebelumnya telah memburuk di bawah kepemimpinan pemerintahan sayap kanan garis keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Peristiwa penikaman tersebut disampaikan oleh petugas kepolisian, yang mengatakan bahwa insiden terjadi saat pihaknya sedang melakukan penggeledahan.
“Polisi perbatasan itu ditikam pada Senin sore ketika sedang menggeledah sebuah bus di pintu masuk kamp pengungsi Shuafat di Yerusalem timur,” ujar mereka, seperti dikutip dari AFP.
Pihaknya menjelaskan, usai ditikam oleh remaja Palestina tersebut — polisi itu nahasnya turut menjadi korban peluru nyasar. Sehingga nyawanya pun tidak tertolong.
“Asil Suaed, 22 tahun, dari sebuah kota Badui di bagian utara Israel, kemudian meninggal dunia akibat luka-lukanya — baik akibat penikaman maupun ditembak, setelah seorang warga sipil melepaskan tembakan dengan maksud untuk mengenai penyerang namun meleset,” imbuhnya.
Aparat keamanan Israel menambahkan mereka berhasil menangkap tersangka penikaman yaitu seorang remaja laki-laki asal Palestina berusia 13 tahun.
Kemudian, petugas keamanan menyusuri kamp pengungsian Shuafat serta turut menangkap orang tua dan saudara laki-laki tersangka penyerang.
Selain insiden penikaman, secara terpisah pihak kepolisian mengatakan bahwa terdapat warga Palestina yang diduga mencoba menabrak pengemudi bus hingga ditembak. Kini, sopir tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Menurut hasil penelusuran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2005, tahun 2022 merupakan tahun paling mematikan pada konflik Israel-Palestina.
Sementara pada Januari 2023 saja, konflik antara Israel dan Palestina telah merenggut 7 korban jiwa — termasuk anak-anak, militan, dan sipil.
Berdasarkan sumber-sumber resmi dari otoritas Israel dan Palestina, sembilan warga sipil Israel — termasuk tiga anak-anak, satu warga sipil asal Ukraina, dan seorang petugas kepolisian telah terbunuh dalam periode yang sama.
Sementara itu, serangan terbaru ini terjadi di tengah ketegangan yang sedang berkobar antara Israel dan Palestina.
Sehari sebelumnya, pada Minggu (12/2) Netanyahu mengumumkan bahwa kabinet keamanannya akan melakukan perluasan di permukiman ilegal Tepi Barat. Terdapat sembilan permukiman Yahudi baru di sana.
Netanyahu juga berkomitmen untuk meningkatkan keamanan di wilayah Yerusalem Timur, serta berencana memberikan kemudahan bagi para warganya untuk memperoleh senjata demi melindungi diri dari serangan.
Semua langkah ini dilakukan Netanyahu dan jajaran pemerintah sayap kanannya sebagai respons atas serangkaian serangan yang dilakukan oleh warga Palestina selama ini, khususnya oleh Hamas, kelompok nasionalis penguasa Jalur Gaza.
