Polisi Jaga Ketat 17 Pintu Masuk Pasar Tanah Abang: Ekonomi-Prokes Harus Jalan

Kerumunan di Pasar Tanah Abang pada Sabtu dan Minggu lalu memunculkan kekhawatiran. Terlebih, pandemi corona belum berakhir dan ada bayang-bayang varian baru yang lebih menyebar.
Melihat hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, dan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurahman langsung turun tangan mengecek situasi terkini.
Kini, Pasar Tanah Abang mulai berubah. Satpol PP langsung menertibkan pedagang yang tumpah ruah ke jalan. Polisi juga memperketat penjagaan di luar dan di dalam pasar.
"[Blok] A, B, F, G itu lima tapi satu plotting ABFG sama Pasar Grosir di atas. Personel ada di setiap pintu masuk ada 17 pintu masuk itu akan ada pengamanan dari tiga pilar. Untuk mengecek prokes suhu dan penggunaan masker dengan benar karena kita lihat kadang dia pakai masker cuma tidak benar makainya," kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Singgih, saat dihubungi, Senin (3/5).
Tak kurang dari 670 personel dikerahkan untuk memastikan prokes tetap dilaksanakan dengan baik di Pasar Tanah Abang. Selain di pintu masuk, petugas akan berkeliling memastikan prokes benar-benar dijalankan.
"Tugas kami membantu PD Pasar Jaya termasuk memberikan imbauan prokes kalau memang ramai kita dorong ke luar sehingga tidak terjadi penumpukan," tutur dia.
Intinya sentra ekonomi harus tetap berjalan, warga yang ingin berbelanja tetap mengikuti prokes sehingga semuanya berjalan.
--Kapolsek Tanah Abang AKBP Singgih
Selain prokes, Singgih meminta semua pengunjung Pasar Tanah Abang menjaga barang-barangnya dengan baik. Tentu ada saja yang memanfaatkan kepadatan pengunjung untuk tindakan kriminal.
"Pedagang dan pengunjung tetap patuhi prokes 3M tadi. Plus menjaga barang-barang pribadinya. Karena ramai orang banyak yang memanfaatkan berbuat pidana terutama copet," ucap dia.
