News
·
29 September 2020 14:41

Polisi Jawab KH Ahmad Soal Pendataan Santri Tengah Malam: Antisipasi Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi Jawab KH Ahmad Soal Pendataan Santri Tengah Malam: Antisipasi Corona (79804)
searchPerbesar
Ilustrasi santri. Foto: Shutterstock
Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Edison Isir buka suara soal pernyataan KH Ahmad Zahro yang menyebut ada pendataan ustaz-santri di pondok pesantren (Ponpes) di Surabaya dilakukan tengah malam.
ADVERTISEMENT
Jhonny membenarkan beberapa waktu lalu, dilakukan pendataan terhadap sejumlah pondok pesantren yang ada di Surabaya. Pendataan itu dilakukan untuk mengantisipasi klaster penularan corona di ponpes.
"Secara prinsip begini, kan kita itu antisipasi klaster pondok pesanten di Surabaya, saya dalam rangka Satgas Penanggulangan COVID-19 Surabaya mengecek," ujar Jhonny kepada kumparan, Selasa (29/9).
"Apakah di pondok pesantren tersebut apa namanya, pengelola pondok, pimpinan pondok atau ada santri yang sedang melaksanakan aktivitas belajar mengajar, berapa jumlahnya, seperti itu," lanjut Jhonny.
Karena menurut Jhonny, dia adalah bagian dari Satgas Penanggulangan COVID-19 Kota Surabaya. Untuk itu semua tempat, tak hanya pondok pesantren, didata.
"Bukan pondok pesantren saja, semuanya kita data, apartemen, tempat kos-kosan, warung kopi, titik-titik keramaian. Lembaga-lembaga pendidikan kayak kan ini kan ada ramai juga klaster pondok pesantren, gitu lho," ujar dia.
ADVERTISEMENT
"Tujuannya apa, mencegah klaster-klaster berkembang, belajar dari mana pengalaman di Banyuwangi, pengalaman di Sulawesi, pengalaman di Batu, pengalaman dulu di beberapa kota yang ada di wilayah Jawa Timur," lanjut Jhonny.
Sebelumnya, beredar sebuah video yang menyebut ada gerakan mencurigakan yang dilakukan oknum berseragam Satpol PP dan kepolisian yang diduga terjadi di Jombang yang berniat gelar swab tes malam hari di ponpes.
Kabarnya peristiwa itu terjadi dua hari lalu. Jam 12 malam, oknum berseragam itu datang ke ponpes dan hendak melakukan swab test.
Bahkan setengah jam kemudian, disebutkan ada orang berseragam Satpol PP dan polisi datang dengan meminta data ustaz dan santri. ***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
ADVERTISEMENT