Polisi: Kasus DC Pinjol Jebak Ambulans-Damkar di Sleman Termasuk Penipuan Online
ยทwaktu baca 2 menit

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Idham Mahdi merespons kasus dugaan debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) yang menjebak driver ambulans dan petugas damkar untuk menagih utang debitur. Ia mengatakan kasus itu masuk kategori penipuan online.
"Modus penipuan online, namun belum ada korban yang dirugikan secara materiil," kata Idham saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman. Idham menyebut, Polda DIY akan membantu Polresta Sleman mengusut kasus ini.
"Polda DIY sudah berkewajiban untuk back up (Polresta Sleman)," katanya.
Idham mengimbau setiap pihak, termasuk masyarakat, untuk senantiasa berhati-hati.
Polisi telah meminta informasi dari driver ambulans hingga petugas damkar yang menjadi korban jebakan debt collector (DC) pinjol untuk menagih utang debitur.
Nomor telepon yang digunakan untuk menjebak telah diperoleh petugas dan saat ini sedang ditelusuri.
"Petugas dari Satreskrim Polresta Sleman telah meminta informasi dari rekan driver ambulans serta Damkarmat. Saat ini, petugas tengah melaksanakan proses pengecekan berdasarkan nomor penelepon yang telah didapatkan," kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Kepada masyarakat, polisi mengimbau agar berhati-hati saat meminjam di perusahaan pinjol. Pastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar resmi di OJK.
"Jika mengalami hal serupa, dapat segera menghubungi 110 agar petugas kepolisian dapat segera menindaklanjuti informasi yang disampaikan," katanya.
Jebakan DC Pinjol
Sebelumnya, pada Rabu (22/4), driver ambulans dan petugas Damkar dijebak oleh DC pinjol untuk datang ke sebuah indekos di Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Driver ambulans diminta untuk menjemput pasien dan membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di lokasi, orang yang dimaksud ternyata sudah pindah sejak tiga tahun lalu.
Sementara itu, petugas damkar mendapatkan laporan fiktif terkait permohonan evakuasi ular. Saat tiba di lokasi, tidak ditemukan ular.
Mereka kemudian menelepon balik nomor yang meminta bantuan tersebut. Penelepon mengakui berasal dari pinjol. Dalam percakapan telepon, penelepon masih nekat meminta driver ambulans dan petugas Damkar untuk menagih utang kepada debitur.
