Polisi Kerahkan Anjing Pelacak untuk Cari Korban Gempa Palu

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pantauan udara wilayah Balaroa yang hancur akibat gempa bumi, Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pantauan udara wilayah Balaroa yang hancur akibat gempa bumi, Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Anjing pelacak (K9) milik Direktorat Sabhara Polda Sulawesi Selatan melacak keberadaan jenazah yang tertimbun tanah dan lumpur akibat bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

"Anjing pelacak yang kami kirim sehari setelah gempa dan tsunami itu sangat membantu dan banyak menemukan jenazah korban," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, seperti dilansir Antara, Selasa (2/10) .

Ia mengatakan kehadiran dua anjing pelacak di daerah gempa dan tsunami itu banyak membantu tim sukarelawan karena indra penciuman dari anjing pelacak jauh lebih hebat dari manusia.

Kombes Dicky menyatakan untuk jenazah yang tertimpa reruntuhan langsung dievakuasi sedangkan jenazah yang membutuhkan penanganan peralatan tambahan, hanya diberikan tanda.

Anjing pelacak K-9 milik polisi (Foto: Didik Suhartono/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Anjing pelacak K-9 milik polisi (Foto: Didik Suhartono/Antara)

"Ada beberapa jenazah yang dilacak itu bisa langsung dievakuasi dan dimasukkan dalam kantong jenazah. Sedangkan yang tertimbun, diberi tanda saja dulu sama anggota untuk kemudian dilakukan penggalian atau menggunakan alat tambahan," katanya.

Sebelumnya, dua ekor anjing pelacaknya (K9) dikerahkan Polda Sulsel untuk membantu mencari keberadaan jenazah korban musibah gempa dan tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Kedua ekor anjing pelacak yang dimiliki Polda Sulsel berjenis Ras Pointer dan Belgian Malinois. Keduanya disebut sebagai anjing pelacak terbaik karena mampu mengendus targetnya, khususnya para korban gempa bumi dan tsunami.

Suasana jembatan kuning yang ambruk akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana jembatan kuning yang ambruk akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Dicky menambahkan, selain kedua ekor anjing pelacak itu, juga dikirim lima anggota yang dipimpin oleh Ipda Salu. Ipda Salu merupakan pawang dari anjing pelacak tersebut.

Pengiriman bantuan personel dan peralatan juga sudah dilakukan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara maupun Angkatan Laut, serta regu Basarnas.

Pada musibah gempa yang terjadi Jumat (28/9), Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Makassar menyatakan gelombang gempa bumi yang terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah dan sekitarnya juga berpengaruh ke Sulawesi Barat.