Polisi Kesampingkan Motif Begal dalam Tewasnya Editor MetroTV Yodi Prabowo

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Metro TV berduka cita atas wafatnya Yodi Prabowo, News Video Editor. Foto: Instagram/@metrotv
zoom-in-whitePerbesar
Metro TV berduka cita atas wafatnya Yodi Prabowo, News Video Editor. Foto: Instagram/@metrotv

Polisi masih menyelidiki tewasnya video editor MetroTV, Yodi Prabowo, di pinggir jalan Tol JORR pada Jumat (10/7). Sejumlah saksi juga sudah mulai diperiksa.

Isu dugaan tindak kejahatan seperti begal sempat mencuat terkait tewasnya Yodi Prabowo. Namun, hal ini dikesampingkan oleh polisi.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto. Foto: Aria Pradana/kumparan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan barang berharga milik korban. Artinya kuat dugaan Yodi memang dibunuh.

“Untuk masalah begal, untuk sementara tidak ada barang-barang yang hilang sehingga mungkin kami kesampingkan lebih dulu,” kata Irwan kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (13/7).

kumparan post embed

Irwan mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami dan mempelajari motif pembunuhan itu. Namun, untuk kepentingan penyelidikan ia tak bisa menyebutkan secara detail.

“Ada beberapa motif yang sedang kita kumpulkan dan itu masih proses. Selain karena benda tajam ada dugaan lebam karena benda tumpul,” jelasnya.

embed from external kumparan

Tewasnya Video Editor MetroTV Yodi Prabowo

Editor MetroTV Yodi Prabowo ditemukan tewas karena luka tusuk di dada yang menembus jantung.

Selain di dada, luka tusuk juga ditemukan pada bagian lehernya. Di tubuh Yodi juga terdapat lebam di antara lengan dan leher diduga karena benda tumpul.

Polisi memastikan barang berharga Yodi lengkap saat jasadnya ditemukan. Selain barang milik Yodi, di lokasi kejadian polisi juga menemukan pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)