Polisi: Korban Longsor Tambang Cirebon Capai 19 Orang, Masih Ada yang Tertimbun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers longsor galian C di Mapolres Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/6/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers longsor galian C di Mapolres Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/6/2025). Foto: kumparan

Polresta Cirebon menyampaikan perkembangan korban longsor pada galian area tambang di Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, telah mencapai 19 orang.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil evakuasi yang saat ini tim gabungan masih melakukan upaya pencarian.

”Akibat dari pelaksanaan kegiatan pertambangan tersebut menyebabkan terjadinya longsor sehingga menimbulkan korban jiwa yang sampai saat ini sudah ditemukan 19 orang,” ujar Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni saat melakukan konferensi pers di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/6).

Tersangka longsor galian C dihadirkan saat konpers di Mapolres Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/6/2025). Foto: kumparan

Sumarni mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 8 orang saksi atas kejadian tersebut. 2 orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial AK dan AR.

”Dua orang tersangka dengan inisial AK yang merupakan ketua Koperasi Al Azhariyah selaku pemilik tambang yang beralamat di Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kemudian tersangka yang kedua yaitu inisial AR yang merupakan kepala teknik tambang atau pengawas,” tuturnya.

Suasana pencarian korban longsor di area galian C penambangan batu, Gunung Kuda, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Foto: kumparan

Masih Ada Longsor Susulan dan Korban Tertimbun

Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap mengungkapkan, 2 korban terakhir yang berhasil dievakuasi adalah Nalo Sanjaya berusia 53 tahun dan Wahyu Galih berusia 26 tahun.

Ia mengatakan, proses evakuasi ini tertunda karena adanya ancaman longsor susulan. Diduga, masih ada korban yang berada dalam reruntuhan material.

“Korban sementara berjumlah 19 orang, masih berdasarkan hasil laporan dan informasi dari masyarakat maupun kepala desa, masih diduga ada sekitar enam orang yang belum ditemukan,” ucap dia.