Polisi Larang Berkumpulnya Puluhan Ribu Massa Jamaah Tabligh di Gowa

kumparanNEWSverified-green

comment
21
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Sulsel Irjen Guntur Laupe. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sulsel Irjen Guntur Laupe. Foto: Dok. Istimewa

Presiden Joko Widodo telah mengimbau semua pihak agar melakukan aktivitas di rumah tak berkumpul dalam jumlah banyak, Minggu (15/3).

Namun, hal itu sepertinya tak diikuti kelompok Ijtima Ulama Asia yang berkumpul di Gowa, Sulawesi Selatan. Puluhan ribu orang yang tergabung di Jamaah Tabligh dari berbagai negara sudah berkumpul di kawasan ini sejak 17 Maret.

Dalam undangan yang beredar di media sosial, acara yang akan dihadiri puluhan ribu peserta tersebut berlangsung di Pakkatto, Gowa, Makassar, pada 19 hingga 22 Maret. Acara tersebut juga akan melibatkan WNA dari berbagai negara.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe membenarkan adanya kegiatan tersebut. Namun pihak kepolisian tak memberi izin penyelenggaraan.

“Mereka sudah dilarang, dilarang tapi mereka tetap ngotot mau lanjutkan,” kata Guntur kepada kumparan, Rabu (18/3).

collection embed figure

Sulawesi Selatan memang belum masuk dalam daerah terdampak wabah virus corona. Dikhawatirkan dengan berkumpulnya massa di sana akan terulang kejadian di Malaysia.

Di Malaysia berkumpulnya belasan ribu jemaah tabligh ternyata memicu penyebaran virus corona. Di Malaysia ratusan orang positif tertular di acara itu.

Ilustrasi masjid Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar konferensi pers mengenai perkembangan virus corona di Indonesia, Minggu (15/3).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengimbau rakyat Indonesia untuk melakukan kegiatan dari rumah. Ia juga meminta seluruh rakyat untuk terus saling tolong menolong dan bersatu pada menghadapi virus corona di Indonesia.

"Dengan kondisi ini saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," jelas Jokowi.

kumparan post embed